February 2007


Hari ini gw kembali menulis…. Sebenarnya ada banyak hal yang bikin gw vakum, tapi alasan utama sih gara-gara balik ke Jakarta selama hampir satu minggu. Sebelumnya penyakit lama gw kambuh lagi… penyakit bosen bandung… hue2. Penyakit kronis yang gw derita hampir 3 tahun ini suka muncul dan tenggelam dengan periode yang tidak jelas. Tapi kalo udah kena, aduh ampun2 deh boseeeen bgt. Mau tidur ga bisa, mau makan ga nafsu, sampe ngebokep juga ga nafsu… parah kan tuh.

Tapi kalo dipikir-pikir lagi memang wajar aja gw punya penyakit kaya gini… Gw disini hampir ganjil 5 tahun… Selama umur gw ini tempat kedua terlama gw stick in one place… setelah di Koba-Bangka…. sisanya gw berkelana dengan waktu rata-rata sekitar 2 tahun… jadi selepas 2 tahun itu gw udah pindah, udah dapet temen baru, udah dapet suasana baru, dan semua yang baru. Tapi setelah balik ke pangkuan Mama dan Papa setidaknya penyakit itu reda kembali… walaupun sebenarnya gw ga suka Jakarta tapi setidaknya pergantian suasana itu berharga bgt. Gw ga tahu sampe kapan nih penyakit bakal balik lagi… tapi mudah-mudahan setelah TA gw beres, soalnya ini bahaya laten, bahaya kan kalo gw ga mood ngerjain TA…. Dan akhirnya molor lagi…. bisa berabe gw hue2. But anyway… akhirnya gw menulis lagi… karena gw udah nemuin mood gw hue2

Akhir minggu kemarin, kos kami kedatangan 2 orang spesial yang merupakan bekas penghuni pertama kos ini. Kedua orang ini sebenarnya cukup aneh… Bayangin aja, waktu kelas 3 mereka berada pada satu kelas (IPA-C), waktu di kuliah, berada pada jurusan yang sama(Elektro) di universitas yang sama(ITB), kos pertama di tempat yang sama (Rumahnya Jalu), kos kedua di tempat yang sama pula (di kos ini), lulus pada saat yang sama, dan bekerja pada perusahaan yang sama…. Aneh, terlalu banyak persamaan pada satu orang… Asal jgn istrinya sama aja :P .

Back to topik, mereka datang dan menginap serta menghabiskan akhir minggu di Bandung. Hari pertama kedatangan mereka dirayakan dengan perang besar. Perang 5 lawan 5 menjadi pembuka bagi kedatangan mereka. Perang yang dulu menyatukan kebersamaan kami sebagai anak kos diulang kembali… Ritual yang membawa kenangan… Tapi satu sih yang mengecewakan… Setelah lama menjadi para pekerja mereka telah kehilangan skill mereka masing2, sangat disayangkan karena melalui merekalah kos ini menjadi kosan pecandu dotA. Hari kedua benar-benar kami habiskan dengan hura2. Kami sampai menyewa sebuah mobil untuk mobilitas kami. Pertama kami berjalan ke kampung daun… sebuah tempat yang benar sangat nyaman, dengan pemandangan indah, tapi tidak ada nyamuk…. Tapi pengalaman indah itu harus dibayar juga dengan harga yang cukup mahal… tapi menurutku sih worthed lah… Pulang dalam keadaan yang cukup lelah, malamnya jam 9 langsung disambut dengan permainan bola di lapangan futsal… setelah sejam bermain… kami melanjutkan perjalanan ke ciater untuk berendam. Hal yang menarik adalah berkat BG kami berhasil masuk pemandian yang cukup elit karena termasuk pemandian hotel. Ternyata waktu malam juga menjadi waktu yang favorite untuk berendam, baik cowok maupun cewek… Yah pengalaman yang cukup menyenangkan. Waktu pulang kami mampir ke jalan Braga dan Taman Lalu Lintas untuk melihat kehidupan malam Bandung. Ini kali kedua gw menyaksikan kehidupan malam Bandung. Dan memang… yang namanya kehidupan malam pasti dimana aja terutama di kota besar pasti semarak. Jam 3 pagi kami pulang, dan untuk gw, gw langsung tepar sampe jam 11.00 melupakan Janji gw dengan Fajri…

Akhir minggu yang sangat menguras tenaga… Tapi menyenangkan dapat berkumpul lagi… Satu pertanyaan sih, sampai kapan kita bisa ngumpul kaya gini…. Semoga tidak dalam waktu singkat jawabannya. Huaah ngantux… tidur ah :)

Hari ini gw kembali mendapat pelajaran tentang penerapan etika di Indonesia. Pada pagi ini, gw sempat berdebat dengan seorang teman dari ugm. Kebetulan kami berdebat mengenai penerapan etika, lebih tepatnya sih soal Roy Suryo, si pakar multimedia dari Indonesia… Terus terang gw bilang, gw ga suka sama nih orang, salah satu alasannya karena walaupun mengaku sebagai pakar multimedia ternyata nih orang ga punya yang disebut dengan “etika profesi”… Ternyata waktu gw konsultasikan ke temen gw ternyata gw baru tahu ternyata Roy Suryo itu berlatar belakang ilkom(ilmu komunikasi)… Dan hal itu membuat gw bertanya, dari mana sih dia dapet julukan pakar multimedia itu? Apakah seperti dosen2 lain dia sering nerbitin paper di jurnal yang punya reputasi? Apakah dia pernah membuat penemuan baru di bidang multimedia? Apakah dia sudah berkutat di bidang multimedia selama 50 tahun seperti guru besar lainnya? Kalau gitu apa sih definisi ahli multimedia itu? Pernah baca atau mengambil mata kuliah tentang multimedia tidak membuat serta merta anda menjadi seorang ahli multimedia… Buktinya tidak ada dari kami, mahasiswa dimanapun (mudah-mudahan) yang walaupun ipnya terancam 4, mata kuliah multimediannya A, dan punya segudang pengalaman dengan multimedia, dengan terang2an mengakui diri kami sebagai pakar multimedia… julukan yang bahkan mungkin dosen2 kami yang punya kapabilitas untuk mengambil gelar itu blum tentu berani mengambilnya… Inilah yang disebut etika. Di balik sebuah titel atau gelar kehormatan seperti itu terdapat ekspektasi dan kewajiban bagi pengembannya. Inilah yang gw rasa Roy Suryo ga nyadar… Mungkin waktu S1 di ilkom dia hanya diajari cara untuk “menjual” dirinya… Kalau memang itu yang diajarkan tolong dia “menjual” dirinya sebagai pakar komunikasi bukan multimedia. Di dunia teknik terdapat banyak etika yang harus diperhatikan seorang engineer, menghormati kontrak salah satunya, bertindak sesuai dengan kapabilitas contoh yang lain. Terus terang gw ga suka dari keterangan saudara Roy mengenai analisisnya mengenai meledaknya pesawat Adam Air di udara hanya dengan bukti2 yang dangkal… Itu bukan etika seorang engineer, Malah waktu itu saudara Roy mengusulkan agar pencarian tidak hanya dilakukan di laut tapi terus dilakukan di darat walaupun waktu itu pecahan pesawat sudah ditemukan di laut… Mungkin saudara Roy tidak mengetahui betapa gawat efek yang ditimbulkannya dengan pernyataan tersebut karena di belakang nama Roy terdapat kata2 ahli multimedia. Bisa gw bayangkan kalo misalnya gw keluarga korban… gw bener akan kesel setengah mati sama nih orang… Kalo bisa gw gebukin saat itu. Dan terbukti saat ini diperkirakan kemungkinan jasad pesawat Adam Air ada di laut (saya menggunakan kata “diperkirakan” karena memang sampai saat ini black box dari pesawat tersebut blum diambil dan dipastikan). So untuk saudara Roy Suryo tolong dong diperhatikan omongan anda, seorang ahli multimedia ga akan sembarangan ikut campur dalam skandal artis dengan mengomentari keaslian dari foto mesum hanya untuk mempromosikan dirinya. Para engineer seharusnya mempromosikan dirinya di bidang teknik (dengan menerbitkan paper contohnya), di bidang yang kita pelajari selama bertahun-tahun, dan kita resapi esensinya. Dan saudara Roy Suryo… kalau masih mau menyandang predikat itu (red: ahli multimedia) pertama kali anda harus membuktikan anda punya kapabilitas ilmu itu, anda bisa membuktikannya dengan mengeluarkan paper di jurnal terhormat seperti ieee, ga begitu mahal kok daftarnya cuma sekitar 600$ per paper, apalagi anda kan punya sejumlah mobil antik yang sangat mewah. Dan hal kedua yang harus anda punyai adalah etika seorang engineer… Etika yang membedakan kita dari politikus, pejabat, anggota dpr, artis atau profesi lainnya. Untuk saat ini apabila anda terus bertingkah yang sama, maka sebagai seorang bodoh yang berusaha untuk lulus dari dunia teknik ini saya dan banyak orang teknik lain (perlu anda ketahui, Anda cukup dibenci oleh banyak orang teknik) akan merasa malu kita berkecimpung dalam satu bidang.

Hal kedua yang menjadi pelajaran etika adalah sang gubernur Jakarta, Bang Yos, yang baru saja diwawancara di sebuah acara televisi di SCTV. Acara ini lebih menjadi acara untuk melepaskan diri dari tanggung jawab sang gubernur daripada acara untuk mencari solusi agar bencana yang sama tidak terulang. Bang Yos selalu menyalahkan karena Jakarta tidak mempunyai cukup dana untuk membiayai kanal timur karena banyaknya bangunan di daerah itu. Ini kan aneh, orang Jakarta tidak bodoh, mereka tidak akan membangun bangunan permanen kalau mereka tidak mempunyai surat imb nya, dan siapa lagi kalau bukan pemerintah yang mengeluarkan izin untuk imb itu? Jadi pemerintah kota berteriak tidak mampu padahal sebenarnya karena kesalahannya sendiri memberikan serfitikat imb untuk daerah yang semula memang tidak boleh didirikan bangunan… Ini kan konyol… Soal dana, setahu penulis DKI Jakarta merupakan daerah dengan PAD dan APBD terbesar di Indonesia, artinya duit yang banyak untuk daerah seluas hanya 600 km2. Okelah kalau memang dengan berbagai alasan, pemerintah masih merasa tidak mampu… Tapi kan masih banyak cara lain… Libatkan swasta kek? masih banyak cara lain yang bisa ditempuh, yang seharusnya dipikirkan dan dijalankan oleh gubernur. Malah untuk tujuan itu kamu ditunjuk, kalau memang ga mampu, ya udah minta maaf dan mundur dong… Masa sih harus ngasih kuliah tentang kesatriaan sama purnawirawan TNI? Dan biasanya para pejabat pasti berlindung dengan kata2 sakti kalo diminta mengundurkan diri… Kata2 itu antara lain: emangnya masalah akan selesai kalau saya mengundurkan diri? saya tidak mundur untuk memperbaiki kesalahan? saya sudah bekerja keras? Ini bencana alam dsb… Dari kata2 ini sebenarnya mereka sudah mengakui bahwa mereka gagal untuk memenuhi ekspektasi dari orang yang memilihnya, namun sayang sekali etika itu tidak ada. Bahkan sampai akhir acara tidak ada permohonan maaf yang tulus dari si gubernur Jakarta kepada para warganya karena gagal belajar dari banjir 2002, padahal banjir 2002 juga bagiannya si Bang Yos itu. Inilah salah satu yang kurang dari orang Indonesia… karakter… Uang bisa dicari, ilmu bisa dipelajari tapi karakter harus dibentuk, Jepang, Korea, dan negara 4 musim membentuk karakter mereka dengan alamnya yang keras… Tapi kita ga pernah membentuk karakter kita, dan salah satu yang jelas mencerminkan karakter adalah etika. Dan memang terbukti dengan karakter seperti ini kita memang hanya akan jadi negara kuli.

Akhir tulisan… Teringat kata2 seorang teman…

“Salah kita Fred… untuk berpikir tentang di etika di negara seperti ini… disini etika ga ada nilainya”

Tapi gw percaya tanpa karakter kita ga akan maju, dan gw berusaha sekuat tenaga untuk mengasah karakter gw karena gw percaya inilah yang membedakan gw dari kebanyakan orang Indonesia lain(mudah-mudahan ga terlalu banyak orang Indonesia yang kaya gini).

“Knowledge is power but character is more” dikutip dari seorang teman yang bijak :)

Untuk Roy Suryo dan Sutiyoso… no comment lah………

Dari dulu gw paling gak suka sama Jakarta. Kota yang mengaku sebagai kota metropolitan tapi ga pernah bertindak seperti kota metropolitan yang sesungguhnya. Kota yang masih sibuk bingung mau membuang sampah dimana… Kota yang masih bingung kok banjir datang terus tiap tahun. Padahal dengan segala kelemahannya, nih kota mungkin karena settingan dari Orde Baru dijadikan proyek mercusuar Indonesia. Hampir semua duit dari kekayaan daerah dibawa ke kota ini, menjadikan kota ini sebagai permata Indonesia, sebaliknya daerah yang menyumbangkan duit itu masih aja daerah tertinggal… 4 Daerah yang seperti itu antara lain: Aceh, Riau, Kaltim, dan Papua. Ntah udah berapa puluh trilyun daerah itu menyumbangkan duitnya buat Jakarta dan apa yang mereka dapat? Hanya tingkat pendidikan yang rendah, masyarakat yang miskin, dan tingkat hidup yang memprihatinkan. Maka ga heran beberapa dari daerah itu ingin memisahkan diri dari Indonesia, di Aceh ada GAM, di Riau ada gerakan Riau Merdeka, dan di Papua ada OPM. Gw tahu karena gw pernah ketiga (kecuali Aceh) tempat itu, malah gw merasa dibesarkan di daerah itu… Dan memang daerah itu bener2 tertinggal dibandingkan ibukota negara yang mereka subsidi terus.

Kota tua ini juga rakus… Semua fungsi dalam negara ini seakan harus ditaruh di satu tempat, yaitu Jakarta. Dari mulai pusat pemerintahan, pusat perekonomian, pusat industri, pusat perbankan, pusat telekomunikasi. Hal ini menyebabkan berkumpulnya orang2 pintar hanya di Jakarta, duit hanya berputar di Jakarta, dsb. Satu kata Rakus… Bagi gw yang menganut pepatah: never put your eggs in one basket, kebijakan ini konyol, karena Indonesia bukan Jakarta, Jakarta hanya sebagian kecil dari Indonesia. Lumpuhnya Jakarta tidak lantas menjadi lumpuhnya perbankan, industri, pemerintahan, dan ekonomi Indonesia. Ini konyol… Bagaimana kalau tiba2 Jakarta dibom atom? Maka praktis Indonesia akan kehilangan segalanya. Baru hujan 2 hari aja langsung banjir… Langung rugi trilyunan rupiah… Langsung ekspor mati… Langsung pabrik mobil berhenti beroperasi. Ini bahaya… sungguh bahaya. Seharusnya Jakarta tahu diri, dia ga punya hak untuk menahan semua yang terbaik untuk dirinya sendiri, padahal dirinya sendiri dalam posisi yang rentan. Seharusnya Jakarta membagi beban ini sehingga pertumbuhan tidak hanya di Jakarta, gedung2 10 lantai tidak hanya ada di Jakarta, sehingga urbanisasi akan berkurang, dan daya beli masyarakat Indonesia keseluruhan (bukan Jakarta) akan naik. Dengan demikian Jakarta bisa sedikit bernafas lega… Bisa lebih konsen… untuk mengurusi masalahnya yang ga selesai2… Dan yang lebih penting, kalau ada sesuatu dengan Jakarta, maka Indonesia tidak mesti harus gulung tikar :p

..Di angkuh gedung2 tinggi…

…Ingin sesuatu tak ingat bebanmu…

…Jangan kau paksakan, untuk berlari…

….Bila luka di kaki blum terobati….

Berkacalah Jakarta-Iwan Fals

This time I will try to write my blog in English… So any mistake… please forgive me :)

Today I just sign up to myspace (cek for my account in www.myspace.com/freddy_carvis). Actually I already have a community site, namely friendster, but as I watch the progress of the community sites it seems like friendster has already reach it’s limit, and the rising community site is now myspace. So because I dont have any other thing to browse, I try to sign up and see what I get. And this is my conclusion:

There is some huge difference between the two site eventhough them both targetting for community. Some of difference are, first of all, the design, I dont know much about computer design (eventhough I got B for computer-human interaction :p ) but I think myspace is more lively comparing to friendster. Second, I think that myspace have more feature than friendster. I think this is because they both have different perspective about how to attract and maintain their costummer. I see that friendster is mainly “database” of your friend where you can collect your friend info and interact with them. But in the other side, I see that myspace approach more than that. With myspace not only you can interact and connect with your friend but you can interact with other person which are not your friend by joining their forum and favorite. This is what it means by “community” site isnt? The third difference is not only providing music and multimedia to your page, myspace is also providing the music and video. I think this is a breakthrough, because not only someone can add music and video legal and free but also a good marketting technique for a new band to introduce them self to the community. And the last thing and huge advantages myspace between friendster is the owner of myspace namely Tom is always become the first friend you got automaticly when you sign up. This approach give myspace at least 2 advantage, first, it makes sure that the owner it self is a user of the site. I dont know if the founder of friendster use friendster as his/her community site. But not in the case of myspace, by adding me as his first friend, I trust that this person really use myspace as his community site. Second advantage is with making everyone newbie as his/her friend Tom (myspace founder) make sure there is connection between the newbie and the owner. And for (expecially) community base product such as community site it gaves whats most important in this business, trust. With knowing Tom as my first friend, I notice that I will be able to give my thought (critique and suggestion) to him freely and directly.

This kind of approach reminds of google ways. The company slogan is “Don’t be evil” means to get what best you need to give the best. And google did, not only they have the best search engine (with page rank algorithm), they also provide what I think the best system. Do you know that instead of paying in using google search, a site is being payed if using google search. And do you know where google get its billion dollar? From the commercial, but the commercial from google is direct text commercial which you can see in a third on your right view. Google is the first search engine which use simple design, this is important because 2 reason, First it rapidly fastening the download time. And second it makes your costummer feel rileks with simple design without any colorfull commercial ads. Actually there is a lot of google ways that is so interesting but in context with myspace, I guest that they both have the same philosophy, the philosophy that I believe one day will defeated the capitalist thought which just concerning about profit and profit. So to you all…… Don’t be evil ok :)

Hari ini jakarta, ibukota Indonesia kembali banjir katanya sih ada hubungannya dengan siklus 5 tahunan ujan di Indonesia. Kembali ke 5 tahun yang lalu, gw inget bgt waktu itu, karena sumpah itu masa tersulit gw selama bersekolah di SMA. SMA gw kebetulan SMA yang terkenal selalu banjir, SMA ini terletak ga jauh dari kali Ciliwung kali yang menjadi salah satu penyebab banjir dan sialnya lagi daerah bukit duri itu merupakan daerah paling rendah dibandingkan dengan daerah sekitar. Nah pas kejadian itu gw inget banget karena kebetulan gw bertiga bareng temen gw sedang ke Gramedia Matraman buat beli buku (maklum pas itu spmb udah lumayan deket :p ) Nah pas bgt kita lewat di atas jembatan (gw lupa nama jembatannya) yang melewati sungai Ciliwung itu dan pas itu memang udah keliatan sih airnya udah naik, temen gw Prima waktu itu bilang “wah kayaknya bakal banjir deh malam ini”. Dan berhubung karena ini pengalaman pertama gw dalam menghadapi banjir di SMA itu maka gw agak cuek. Pas nyampe kos, Bapak dan Ibu Kos gw sedang beres2 dan gw juga diminta untuk beres2. Semua buku gw ditaro di atas langit2 yang tinggi bgt (maklum rumahnya rumah lama yang modelnya gede bgt). Dan selepas itu gw dan anak2 kos begadang, dan memang ga berapa lama kemudian banjir itu dateng dan akhirnya setelah berkonsultasi dengan Ortu akhirnya gw balik. Proses baliknya juga setengah mampus karena pas itu mayoritas jakarta udah mulai tertutup banjir. Gw pulang jam 3 an, nyampe sekitar jam setengah 11 gitu. Kebayang lama bgt perjalanan gw… Dan yang paling parah setelah kejadian itu usai, gw mendapati bahwa semua buku kecuali buku yang gw bawa ke rumah buat dibaca ternyata jadi bubur. Dan memang dari 3 lantai gedung sekolah gw banjir itu cuma sampe mata kaki lantai 2 :p .

Dan hari ini, gw terima telpon ternyata rumah di Jakarta juga sedang banjir. Hue2 jadi semakin males aja gw balik hue2. Tapi gw heran bgt kok kita ga kapok2 sih kebanjiran. Dan yang gw sedihnya kok seakan2 orang2 di daerah banjir itu merasa banjir itu udah tradisi dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk menghentikan banjir itu. Gw kesel, sumpah kesel abis sama pikiran budak kaya gitu… Hanya karena hal yang buruk terjadi berulang-ulang bukan berarti itu yang semestinya terjadi. Gw juga kesel sama pemda Jakarta, masa ngurus Jakarta biar ga banjir aja ga bisa. Padahal secara teknologi pasti bisa. Gw punya analogi kalau penanganan di Belanda kaya di Indonesia maka negara Belanda hanya ada siang hari (karena malamnya pasti tenggelam :p ) . Ini rusaknya mental orang Indonesia… Yang pemdanya kerjanya korupsi doang dari mulai waktu sampe duit, yang DPR nya minta naikin tunjangan mulu (dan korupsi juga), dan rakyatnya juga selalu buang sampah sembarangan. Parah beneran udah rusak… Semua bagian mempunyai peran dalam kesalahan itu dan setiap bagian tidak mau memperbaikinya… Dan ketika kejadian itu terus menerus terjadi… yah dianggap tradisi.

Kalo gini terus kapan kita mau maju sih? Dari mulai banjir sampe korupsi… Hampir ga ada persoalan besar di negri ini yang diberikan oleh Tuhan. Yang ada hanyalah karena kesalahan kita semua. Banjir yang gara2 penebangan hutan dan sampah yang menumpuk serta aparat berwenang yang tidak profesional sampe flu burung yang cuman gara2 kita ga bisa memelihara unggas secara sehat. Kan konyol… sementara yang disebut wabah di Indonesia itu pasti ga jauh2 dari diare, deman berdarah, chikungunya, tipes dan penyakit lain yang hanya gara2 kita ga bisa menjaga kebersihan. Konyol gitu mendengar ratusan orang mati hanya karena penyakit karena kita ga bersih dan parahnya karena kita terbiasa mendengan berita itu seakan-akan “hey, ini Indonesia, nyawa itu murah disini”… Padahal sekali lagi kita semua itu manusia.. Manusia yang diberikan akal, masa  ga ada yang kita bisa lakukan. Padahal harga akal orang Indonesia mahal bgt lho, ada lelucon tentang lelang otak, alkisah dijuallah 3 otak yang pertama otak orang Amerika yang penuh dengan hal-hal canggih, kemudian yang kedua adalah otak orang Jepang yang penuh kerja keras, dan yang terakhir adalah otak orang Indonesia. Singkat kata yang menang adalah otak Indonesia yang tidak pernah diisi (eh akal sama otak beda ya… :p )… Kalo memang begini sih ga heran kita terus ditimpa musibah karena mungkin Tuhan sudah bosan karena rizki yang diberikanNya selalu dibuang dengan sia-sia.

This writting is dedicated to Jakarta… an old city with no interest to grow and Indonesia… a big country with little gratefull to the Almighty

Besok gw harus lari…. Entah udah berapa kali gw janji ke diri sendiri tapi tetap aja gw doyan mengingkari… satu hal yang sebenarnya pengen gw kupas abis. Kalo gw konsekuen terhadap janji yang gw buat sendiri pasti banyak persoalan yang sebenarnya ga perlu terjadi di hidup gw. Salah satu dari contoh kesalahan paling besar yang gw buat karena ketidakkonsistenan adalah kuliah gw.

Waktu kelas 3 SMA dulu gw ngekos di daerah kosan disekitas SMA gw. SMA gw kebetulan tepat di daerah yang sering banget kena banjir karena bertetanggaan dengan sungai ciliwung. Anyway that’s not I want to talk about… Alkisah waktu gw ngekos, gw punya temen kosan yang kebetulan sering main ke kosan temen. Total ada 5 orang termasuk gw yang waktu itu ceritanya lagi mengejar cita-cita… Kebetulan 2 orang temen gw itu mengincar FK UI, salah satu pilihan paling top karena hampir sepertiga (kalo ga salah) sampai seperempat anak SMA gw kebetulan juga mengincar jurusan elit itu. Satu orang memilih teknik kimia ITB, dan seorang teknik elektro ITB.. Dan berhubung karena gw ga punya cita2 (sumpah bingung bgt pas saat itu) akhirnya gw berniat pengen masuk teknik pertambangan ITB. Alasan kenapa gw pengen masuk teknik pertambangan mungkin sederhana, karena pada dasarnya gw lahir dan dibesarkan di daerah pertambangan di Indonesia, oleh karena itu gw merasa gw punya semacam feeling ke jurusan itu. Pas ngumpul2 gw ceritain deh tujuan gw itu, tapi diluar dugaan tuh anak2 langsung ngehina dan manas2in gw hanya karena jurusan yang gw pilih tidak setinggi mereka passing gradenya. Mungkin karena darah muda gw bergejolak akhirnya pada saat itu, tujuan tersebut gw revisi dan gw akhirnya milih teknik informatika ITB, yang waktu itu merupakan pasing grade paling tinggi. Walaupun konyolnya gw ga tahu apa yang akan gw pelajari pada saat itu berhubung gw blum pernah melakukan programming.

Yah singkat kata dengan segala perjuangan akhirnya kami berlima lulus dari spmb itu dan gw terdampar disini. Ternyata setelah masuk departemen gw baru nyadar ternyata gw ga cocok bgt jadi programmer. Jangankan jadi programmer pada dasarnya gw ini gaptek dan ga tertarik terhadap perkembangan informasi. Alhasil hampir 5 tahun gw jalani disini dengan sangat menderita. Belajar ga nikmat dan untuk lulus gw harus belajar, jadi seakan-akan gw harus menelan pil pahit untuk menebus kesalahan gw. Dan bener gw membayar dengan segala jerih payah gw dan tinggal satu tahap lagi untuk bisa lulus secepatnya dari tempat ini. Karena sumpah gw capek mendalami suatu ilmu yang gw jadikan sandaran kehidupan gw kelak tanpa menyukai ilmu tersebut. So bagi orang2 yang punya pilihan…. Gunakan pilihan itu dengan bijaksana, karena sekali pilihan itu dibuat maka yang tersisa hanya jalan lurus untuk menjalaninya… Mengutip kata Einstein, hidup adalah penjumlahan dari pilihan yang kita buat dan gw udah berbuat kesalahan besar sekali.

Udah ah mau tidur… Dan besok lari pagi……… :)

This writting is dedicated to Prima, Eka, Giri, and Inung :)

Ini pertama kali gw nulis di “blog” yang beneran. Sebenarnya sih gw udah sering nulis tapi cuma di blog kosan. Dan kebetulan softwarenya juga pake wordpress juga. Jadi mudah-mudahan gw ga terlalu sulit beradaptasi. Ini hari kedua peresmian internet kosan… Dan ini juga hari kedua gw begadang sampe malem… Dan hari kedua pula gw ga ngerjain TA(Tugas Akhir) gw. Damn godaan ini berat bgt… Masa baru baca sedikit baru mau coding, liat2 google pengennya nyari referensi cuman akhirnya jadi browsing ke detik sampe situs2 bokep :p . Gila memang internet ini membius bgt… Dan yang lebih gw takutkan lagi karena semester ini gw cuma ngambil 0 sks, takutnya terlena dan ga dikerjain nih TA :p .

Ngomongin mengenai internet, memang sayang bgt kenapa internet di Indonesia masih mahal bgt. Setahu gw, harga internet di Indonesia lebih mahal daripada internet di negara tetangga lain. Bayangin aja, kita yang lebih miskin (percapita income) tapi membayar lebih banyak. Tapi ini siklus kemiskinan sih sebenarnya. Karena ga ada yang bangun infrastruktur, internet mahal, internet mahal sedikit yang pakai, sedikit yang pakai maka tidak ekonomis untuk membangun arsitektur…. lucu kan dan lingkaran ini seperti banyak lingkaran lain di negri ini (kemiskinan, kebodohan, dsb) terus berputar aja. Kita lebih sibuk berputar di lingkaran bawah daripada mencoba untuk berpindah ke lingkaran atas, sementara beberapa negara lain udah berusaha mempertahankan lingkaran baiknya. Yah untuk gw, dengan patungan satu orang Rp60.000 an mudah-mudahan nih internet dapat berguna bagi gw, mudah2an lebih berguna dibandingkan kejelekannya… amien