March 2007


Hari ini gw, Rama, dan Bambang menonton sebuah film yang bagus banget… judulnya 300. Sedikit spoiler mengenai film ini kali ya…

Film ini bersettingan masa Yunani kuno. Mungkin semua orang udah tahu bahwa masa Yunani kuno itu cukup unik dari segi sistemnya. Basis dari peradaban ini adalah pemerintahan kota. Setiap kota adalah wilayah otonom yang mengatur kehidupannya sendiri, mungkin mirip dengan sistem federal yang lebih luas kali ya… Sebuah kota mengakui satu Yunani namun memiliki segala kewenangan layaknya sebuah negara (bahkan ada raja sendiri lho). Dan dengan kewenangan ini, setiap kota bebas untuk mengatur kehidupannya sendiri-sendiri… sistem yang sangat unik menurut gw. Dan fokus utama dari film ini adalah mengenai Sparta, sebuah kota di Yunani yang kehidupannya bercorak militer.

Sebagai gambaran bagaimana corak militer dalam kota ini. Menurut film itu, setiap anak yang dilahirkan di Sparta akan dilihat keadaannya. Apabila ia terlahir cacat, maka anak itu akan dibuang ke jurang, sejak anak itu mulai bisa berjalan, setiap anak tersebut akan dilatih dengan sangat keras. Dan apabila anak tersebut berumur 7 tahun, maka anak tersebut akan menjalani Agoge. Agoge adalah sebuah persyaratan yang diberlakukan untuk setiap anak Sparta untuk menjalani pendidikan militer ala Sparta. Setiap anak akan dipisahkan dari Ibunya dan diberikan latihan yang sangat-sangat keras. Setelah dewasa sang anak akan kembali ke Sparta dan menjadi tentara bagi Sparta.

Kembali ke cerita, setelah sang raja Leonidas besar, datang kelompok duta dari Persia, pada saat itu Persia yang dipimpin oleh Xerxes bermaksud untuk meminta penyerahdirian dari kota-kota di Yunani. Beberapa kota kecil telah mengakui kerajaan Persia namun Spartadan Athena (2 kota terbesar) menolak untuk mengakui Persia. Dan singkat kata semua duta dari Persia itu dibunuh dengan dilemparkan ke sumur yang dalam. Dan mulailah deklarasi perang antara Yunani dan Persia. Ketika hendak berperang, Leonidas hanya membawa 300 prajurit ke medan perang bersama sekutunya untuk menghadapi ratusan ribu (mungkin jutaan) prajurit Persia. Perang ini dikenal dengan perang thermopylae. Thermopylae merupakan daerah yang berupa celah sempit yang menjadi pintu masuk ke Yunani, dan disinilah para prajurit Yunani bertahan dari pasukan Persia. Dan disinilah legenda itu dimulai. 300 orang Sparta dan sekutunya melawan tentara Persia yang jumlahnya lebih banyak (perkiraan antara ratusan ribu sampai lima juta prajurit Persia). Pertempuran terus berjalan dan berbagai pasukan dari Persia termasuk pasukan elit Persia yang dikenal dengan sebutan Immortal yang merupakan prajurit elit Persia telah dikerahkan, namun Persia belum berhasil menembus pertahanan Sparta. Sampai seorang pengkhianat dari Sparta, Ephialtes memberitahukan jalan memutar ke belakang pasukan Sparta demi kekayaan dari Persia. Dan akhirnya Xerxes pun mengirimkan pasukan elitnya ke jalan tersebut untuk kemudian mengepung pasukan Sparta. Menyadari keadaan yang genting, maka sekutu dari Sparta mengundurkan diri untuk bersiap mempertahankan kotanya sedangkan Leonidas memutuskan tentara Sparta untuk bertahan sampai mati di tempat tersebut. Dan setelah terkepung akhirnya Leonidas dan ke 300 pasukan Sparta dihabisi oleh Persia.

Ada beberapa point yang menarik dalam kejadian ini, yang tidak ada di film itu (sumber wikipedia), antara lain:

  1. Sparta memiliki sistem pemerintahan yang unik, yaitu dikenal dengan pemerintahan 2 raja. Seorang berasal dari keluarga Agiad and seorang lagi dari keluarga Eurypontids. Pemerintahan ini diperkirakan karena raja sparta, Aristodemus sebelumnya mempunyai anak kembar dan setuju untuk membagi kekuasaan kepada kedua keluarga ini. Kedua raja ini memiliki kekuatan dalam pemerintahan yang sama, dan saling dapat memveto keputusan yang dibuat masing-masing raja, walaupun keluarga Agiat lebih dihormati di Sparta. Dan Leonidas adalah raja dari keluarga Agiat.
  2. Aturan Sparta, mensyaratkan bahwa pria yang mendapatkan status warga kota Sparta dilakukan melalui pertalian darah dan harus agoge, hal ini pernah menyebabkan populasi penduduk Sparta hanya menyisakan beberapa ratus pria saja.
  3. Setiap prajurit Sparta diumpamakan sebagai “tembok kota Sparta”, sebuah kiasan karena Sparta merupakan satu-satunya kota di Yunani yang tidak memiliki tembok kota sebagai benteng perlindungan kota.
  4. Ketika Sparta berkonsultasi dengan Oracle (itu lho ce yang cakep di film itu :p), Oracle tersebut meramalkan bahwa Sparta akan jatuh dan dihancurkan oleh Persia, kecuali kalau salah satu dari dua raja Sparta berkorban demi kotanya. Dan ramalan ini seperti cerita di film dipenuhi oleh Leonidas.
  5. Jumlah sekutu Sparta dalam pertempuran ini berjumlah sekitar 1100 orang terdiri dari 400 Thebans dan 700 Thespian.
  6. Alasan mengapa Leonidas hanya membawa 300 prajurit, adalah karena waktu perang bertepatan dengan adat religius dari sparta yang melarang perang dilakukan pada waktu tersebut, sehingga hanya sedikit prajurit yang dapat dibawa oleh Leonidas. Dan perayaan tersebut juga dilakukan dengan pertandingan olahraga yang dikenal dengan Olimpiade. Kesinilah sebagian besar perhatian kota-kota di Yunani tersita. Sampai Tritantaechmes, seorang jenderal Persia berkata: “Good heavens! Mardonius, what kind of men are these against whom you have brought us to fight? Men who do not compete for money, but for honour” setelah mengetahui hadiah pemenang dari Olimpiade hanyalah mahkota dari daun.
  7. Jalan rahasia yang digunakan oleh pasukan Persia untuk menyusup ke belakang pasukan Sparta sebenarnya dijaga oleh 1000 pasukan dari Phocians, namun karena pasukan Phocians tersebut mengira bahwa semua pasukan Persia menyerang dari jalan kecil itu, Phocians pun meninggalkan pos penjagaannya untuk kembali dan melakukan persiapan untuk mempertahankan kotanya.
  8. Pertempuran berjalan selama 3 hari.
  9. Sebenarnya tidak hanya pasukan Sparta yang tinggal dan bertempur sampai titik darah penghabisan, namun 700 prajurit Thespian juga memilih tinggal dan ikut mati dalam serangan terakhir Persia.
  10. Setelah terkepung, prajurit Sparta memilih keluar dari tempat pertahanannya dan menyambut musuh dari depan (tidak seperti dalam film, dimana mereka membentuk phalanx) dan berusaha membunuh sebanyak-banyaknya pasukan Persia. Dalam kejadian ini dicatat juga 2 saudara Xerxes dapat dibunuh yaitu Abrocomes dan Hyperanthes.
  11. Bersama pasukan Sparta juga turut mati 1000-2000 helot, yaitu budak Sparta yang ikut mati menemani tuannya.
  12. Dua prajurit Sparta yang selamat dari pertempuran tersebut (pada film hanya diceritakan seorang saja), Aristodemus yang menderita cedera pada mata diperintahkan untuk kembali ke Sparta bersama pasukan prajurit dari kota lain, dan Thessaly yang diperintahkan oleh Leonidas untuk menghimpun pasukan ke Thessaly dan kembali setelah pertempuran berakhir akhirnya bunuh diri dengan menggantung dirinya karena merasa bersalah.
  13. Seperti perkataan Leonidas kepada Epialthes, nama Epialthes abadi sebagai salah satu kosa kata di bahasa Yunani dengan arti mimpi buruk dan mengacu juga dengan arti pengkhianat, Epialthes gagal mendapatkan kekayaan karena Persia dikalahkan oleh Yunani di perang selanjutnya. Nasib Epialthes sendiri dibunuh oleh Athenades, seorang warga Thessaly namun tetap Athenades dihormati oleh warga Sparta.
  14. Mayat Leonidas dipancung dan disalib oleh Xerxes karena kemarahan yang amat sangat. Hal tersebut merupakan keanehan karena bangsa Persia memiliki tradisi menghormati musuhnya yang mati di medan perang. Setelah 40 tahun jasat Leonidas dikembalikan ke Sparta dan diabadikan sebagai pahlawan kota Sparta, dan diselenggarakan pertandingan setiap tahun untuk mengenang Leonidas.
  15. Berikut kelanjutan dari perang ini (copy paste dari wikipedia, males nerjemahin): “The simultaneous naval Battle of Artemisium was a stalemate, whereupon the Athenian navy retreated. The Persians were now in control of the Aegean Sea and all of peninsular Greece as far south as Attica. The Spartans prepared to defend the Isthmus of Corinth and the Peloponnese, while Xerxes I sacked an evacuated city of Athens, whose inhabitants had already fled to Salamis Island. In September, the Greeks defeated the Persians at the naval Battle of Salamis, which led to the rapid retreat of Xerxes I. The remaining Persian army, left under the charge of Mardonius, was defeated in the Battle of Plataea by a combined Greek army again led by the Spartans, under the regent Pausanias”
  16. Sumber tentang peperangan ini terutama berasal dari Herodotus, seorang pencatat sejarah yang terkenal dari Yunani.
  17. Peperangan ini juga diabadikan dalam sebuah film lain yaitu “The 300 Spartans” oleh Rudolph Mate tahun 1962.

Dan beberapa hal yang bisa gw diambil dari film ini:

  1. Sistem membentuk kualitas manusia dalam sistem tesebut. Sparta dalam hal ini dengan sistem yang militeristik mampu membentuk prajurit yang tangguh, yang ketigaratus prajuritnya mampu menahan sekian ratus hingga juta pasukan Persia. Beberapa negara telah menerapkan yang namanya wajib militer. Singapura mewajibkan wajib militer bagi anak kecil di negaranya, sedangkan Korea Selatan juga memberlakukan wajib militer. Dan terus terang, gw mendukung penerapan wajib militer, mungkin tujuannya lebih seperti Singapura, yaitu menanamkan disiplin ke anak-anak sedini mungkin, toh ga semua bagian dari militer itu jelek bahkan bagi orang sipil seperti gw. Disiplin dan kerja keras serta nilai-nilai lain patut dicontoh untuk membentuk karakter seseorang, dan kualitas lebih bermakna dari sekedar kuantitas.
  2. Kehadiran seorang istri bagi seorang pria sangat penting. Istri Leonidas, sangat mendukung suaminya dalam perang ini. Seperti kata pepatah di balik setiap pria besar terdapat pula istri yang hebat. Namun seorang teman, pernah berpendapat bahwa istri dan anak (keluarga) merupakan salah satu alasan mengapa banyak pria berbuat korupsi, karena sebagian besar penghasilan suami lari ke keluarganya, terutama sang istri :P … Teori yang menarik dan gw sih sebenarnya agak setuju dengan statement itu, tapi yah karena gw blum berkeluarga gw juga blum tahu benernya gimana. Tapi pesan buat para pria, cari istri yang bener ya! :D
  3. Minimal sekali dalam hidupnya, seorang pria memang harus berkelahi untuk mempertahankan sesuatu yang dianggapnya berharga. Dan keputusan tersebut secara langsung mencerminkan kualitas pada dirinya. Leonidas contohnya, ia harus menyerahkan hidupnya dan hidup para prajuritnya untuk mempertahankan negara yang ia cintai (Yunani). Dan kematian yang sangat pas (Orang Sparta menyebutnya “kematian yang indah”) untuk seorang Leonidas pada film itu, yaitu dengan ditembus beribu anak panah, hanya untuk membunuh seorang idealis yang memperjuangkan kemerdekaannya. Sebuah kematian yang… sangat pantas untuk seorang yang begitu besar. Karena menurutku sih mati demi sesuatu yang kamu percayai adalah sebaik-baiknya cara mati.

But overall, nih film keren abis, dan masuk salah satu film yang masuk kategori “kudu ditonton di bioskop jangan cuman nonton bajakannya” versi gw yang sangat ketat :p. Tapi ada satu kejadian yang bikin bt, yaitu ketika lagi asik2 nonton tiba-tiba film berhenti sekitar 10 menitan di bioskop, sebagai informasi bioskopnya di ciwalk 21 (kalo bisa jangan nonton disini yaks :p), dan bener2 ngebetein karena gw harus nonton versi bajakannya di komputer gw untuk memastikan bahwa tidak ada bagian film yang terlewatkan. So bagi kamu yang belum nonton dan suka nonton film action dengan jalan cerita yang bagus, nih film rekomended lho, buruan deh nonton :D

What is pi? Well you can go to here for the details. But for simple, you can say that pi is a constant that you get by dividing circumference of a circle with its diameter. The trace to find pi value is lay down in history of thousand years . The story began when Babylonia’s try to calculate the value, at 2000 BC. Other great civilization such as: Roman, Greek, China, Persian and Egypt, tried to follow the path. But now the ones that do the calculation is the super-computer. Until now, pi value has been counted until more than 1 trillion digit (1,241,100,000,000 for exact :p).

In abroad, pi value has become memorizing game. People (often called “pi-nut”) are competing in memorizing the value. Akira Haraguchi, 60 years Doctor can memorizing up to 100.000 decimal and takes 16 hours to write all the number, but Haraguchi didn’t put his capability into world record. The valid world record is kept by Chao Lu, chemistry students in China. He can say it with correct about 67.890 digit of pi in 24 hours in 2005. At that time Chao Lu needed 26 videos as proof. But some people has other “freak” idea about pi, Marc Umile for instance, about 12 years ago, when still working as door man in one opera house. He has dream to change the pi number into music chord. 3 will change into mi and 1 will change into 1 and soon. For more than 1000 hours, he spend to compose the music, and total 12.887 digit had been converted to music chord. Mike Keith, a computer engineer from Virginia, create a love poetry, which every words symbolized the number of pi. A few first word of his poetry is: One: A poem: A raven is translate into 3-1-4-1-5. And the poetry has more than 4000 characters.

In many places, such as poetry, film, novel and soon people try to insert pi number to their work, below is the examples of them:

* In Carl Sagan’s science fiction novel Contact, Sagan contemplates the possibility of finding a signature embedded in the base-11 expansion of π by the creators of the universe.
* In the cult film π, the relationship between numbers and nature is analyzed.
* In The Simpsons episode “Marge in Chains”, Apu is in a courtroom, being asked if his memory is as reliable as shown. He claims he can recite π to 40,000 digits, and says “the last digit is one!” [5], [6]. The 40,000th decimal of π is indeed 1; reportedly the scriptwriters consulted mathematician David H. Bailey to get the digit right.
* In The Simpsons episode “Bye Bye Nerdie”, “π is exactly three!” was an announcement made by Professor Frink on behalf of Lisa Simpson to gain the attention of a hall full of scientists. [7], [8]
* In the Doctor Who episode “The Five Doctors”, the First Doctor uses π in an application to get across a deadly chessboard floor in the Dark Tower of Rassilon, after figuring out the statement made by The Master that the chessboard is; “easy as ‘pi’.”
* Episode 7 of the anime Seraphim Call is devoted to π and the relationship between a circle and a square.
* The character in Weird Al Yankovic’s 2006 song “White and Nerdy” claims he knows pi to a thousand places. The digits of pi that are shown in the background are all correct.
* In the Futurama episode “Future Stock”, the Planet Express Ship is seen flying past a road sign that reads “πth Avenue”. “π-in-1″ oil is shown in the episode Insane in the Mainframe.

Some science-fiction stories posit location or situations in which the ratio of a circle’s circumference to its diameter differs from π:

* In Greg Bear’s science fiction novel Eon, the protagonists measure the distortion of space inside an alien artifact using a device that “measures the value of π”. This way of describing spacetime curvature is due to artistic license: In an actual curved space, however, the ratio of a circle’s circumference to its diameter depends on the size and orientation of the circle, and a “π” defined in this way would not have a definite value even at a particular point in space. Moreover, as the size of the circle shrinks towards 0, the circumference/diameter ratio will approach the usual π irrespective of the spacetime curvature.
* The science fiction novel Time’s Eye, the first book in The Time Odyssey series by Arthur C. Clarke and Stephen Baxter, depicts a world restructured by alien forces. A spherical device is observed whose circumference-to-diameter ratio appears to be an exact integer 3 across all planes.
* The Ragged Astronauts, a science-fiction novel by Bob Shaw, describes 2 planets, Land & Overland, which share atmospheres. π is discovered by the most eminent philosopher of Land to be exactly 3. Subsequent books in the trilogy involve another planet (Farland), and the discovery of changes to the value of π.
* In Terry Pratchett’s fantasy novel Going Postal, the famous inventor Bloody Stupid Johnson invents an organ/mail sorter that contains a wheel for which π is exactly 3. This “New π” starts a chain of events that leads to the failure of the Ankh-Morpork Post Office (and possibly the destruction of the Universe all in one go.)

There are several examples in fiction of rogue AIs being crashed by inviting them to contemplate π. It is often not clear why π is better for such uses than other irrational numbers such as e or \sqrt 2.

* In the Star Trek episode “Wolf in the Fold”, when the computer of the Enterprise is taken over by an evil consciousness, Spock tells the computer to figure π to the last digit, which incapacitates the entity as all computer resources are devoted to this impossible task.
* In Time Warp Trio, Sam shuts down a threatening robot by telling it that his number was π.
* In the Jimmy Neutron episode “Revenge of the Nanobots,” Jimmy destroys the nanobots (which were designed to fix all errors, and were destroying humankind due to an excessively high standard of “error-free”) by making them correct a test paper which states that π equals 3.

Finally there are many cases in fiction where numbers that a priori have nothing to do with geometry or analysis are chosen to include the first few digits of π. These references range from conspicuous jokes to easter eggs.

* In the Leslie Nielsen spoof film Spy Hard, a spy (Nicollette Sheridan) is referred to as “Agent 3.14.”
* The main character of the bande dessinée series La vache (by Belgian authors Johann de Moor and Stephen Desberg) is a secret-agent cow called Pi = 3,1416 [9].
* In the movie The Matrix Reloaded, 314 seconds is “the length and breadth of the window” which Neo has to reach the “source” of the matrix.
* The television show Mythbusters, while testing the myth of an inmate-made paper crossbow, used a target with an inmate identification number of “31415927.”
* On the website homestarrunner.com, the Strong Bad Email Viruss has an abrupt scene change to a Teen Girl Squad style piece of paper, with the text “issue 3.14159265 and the rest” at the top
* In the game Tales of the Abyss, the fonon frequency at the planet’s core is 3.14159…

Another interesting facts about pi number (from wikipedia.org again):

* March 14 (3/14 in U.S. date format) marks Pi Day which is celebrated by many lovers of π. Incidentally, it is also Albert Einstein’s birthday.
* On July 22, Pi Approximation Day is celebrated (22/7 – in European date format – is a popular approximation of π). Note some other days are celebrated as Pi Approximation Day.
* 355⁄113 (~3.1415929) is sometimes jokingly referred to as “not π, but an incredible simulation!”
* Singer Kate Bush’s 2005 album “Aerial” contains a song titled “π”, in which she sings π to its 137th decimal place; however, for an unknown reason, she omits the 79th to 100th decimal places.[10] She was preceded in this achievement by several years by a Swedish indie math lyrics artist under the moniker Matthew Matics, who loses track of the decimals at about the same point in the series.
* Swedish jazz musician Karl Sjölin once wrote, recorded and performed a song based on and called Pi. The song followed the decimals of Pi, with every number representing a certain note. For example 1=C, 2=D, 3=E etc. The song was then performed as a jazz song, thus making the harmony more liberal.[citation needed]
* John Harrison (1693–1776) (famed for winning the longitude prize), devised a meantone temperament musical tuning system derived from π, now called Lucy Tuning.
* Users of the A9.com search engine were eligible for an amazon.com program offering discounts of (π/2)% on purchases.
* The Heywood Banks song “Eighteen Wheels on a Big Rig” has the singer(s) count pi in the final verse; they reach “eight hundred billion” before going into the chorus.
* In 1932, Stanisław Gołąb proved that, if a unit disk is defined using a non-standard norm as “distance”, the ratio of circumference to diameter will always be between 3 and 4; these values are attained if and only if the unit “circle” has the shape of a regular hexagon or a parallelogram respectively. See unit disc for details.
* John Squire (of The Stone Roses) mentions π in a song written for his second band The Seahorses called “Something Tells Me”. The song was recorded in full by the full band, and appears on the bootleg of the never released second-album recordings. The song ends with the lyrics, “What’s the secret of life? It’s 3.14159265, yeah yeah!!”
* Hard ‘n Phirm’s fourth track on Horses and Grasses is “Pi” (and is preceded by “An Intro”, which discusses the topic like an educational television program). Many digits are recited through it, and a video inspired by it appeared online .
* There is a building in the Googleplex numbered 3.14159…
* In 1897, the Indiana General Assembly passed a bill from which it could be deduced that pi was equal to 3.2 or other incorrect values. The Indiana Senate postponed the bill indefinitely, preventing it from becoming law.[5]
* The Bloodhound Gang have a song called “Three Point One Four”
* Daniel Tammet holds the European record for remembering and recounting pi, recounting it to its 22,514th digit in just over 5 hours on 14 March 2004.
* In the Weebl and Bob episode “riot”, Weebl states that he only fights “for 3.14 pies”.
* In the movie Scarface, the character Frank Lopez wears a necklace with the pi symbol.
* TeX’s current version is 3.141592 and will be changed to π upon the death of its creator, Donald Knuth.
* Slipknot’s album Iowa’s album art has references to pi
* In Buenos Aires, Argentina, the emergency number for mobile phones at trains and subways is *31416 (*pi).
* In the MythBusters episode Paper Crossbow, the cell number on the prison door is 3.1415927.

Oops almost forget… why is today is remembered as pi day… because today (14/3) represent 3 first number in pi 3-14. And coincidence that today is Albert Einstein birthday. But to me (I’m not pi-nut guy), pi is still important, pi is the number two most sacral constant in Math (first one is base of natural logarithm… remember the 2,718 bla-bla things?) because I forgot where I read the statement but it says something like this: most of nature behaviors can be drawn by formula of natural logarithm and pi. And to me, that is proof the existence of God… the creator of the universe :)

this writing is based on information from Tempo newspaper March 14 and wikipedia.org… happy pi day everyone :D

EragonToday I had watched Eragon… a movie adapted from the book that have same name. The book is written by Christopher Paulini, an American Writer, but enough about Paulini, but if you interested with the author you can visit here. Well a little about the movie synopsis, shall we…

Eragon takes place in a land called Alagaësia, most of which is ruled by the despotic king Galbatorix. He is a Dragon Rider who went mad after his dragon was killed by Urgals and he was denied another by the Dragon Riders’ council. The Dragons were once involved in a partnership with the elite Dragon Riders, and together they kept peace in the land. Galbatorix, along with a treacherous group of Riders known as the Forsworn, destroyed the order of the Riders during the Dragon War. The dragons are now largely believed to be extinct.

Eragon, a 15 year old boy, lives with his uncle Garrow and cousin Roran on a farm on the outskirts of a small village, Carvahall. While hunting in The Spine, a local range of mountains, Eragon is surprised to see a polished blue stone appear in front of him. After failing to sell or trade his find, Eragon witnesses a baby dragon hatch from the “stone,” which was in reality a dragon egg. He questions Brom – the elderly town storyteller – about the Dragons and the ways of the Dragon Riders. After this talk, Eragon names the dragon Saphira. He raises the dragon in secret until two of Galbatorix’s servants, the Ra’zac, come to Carvahall looking for the egg. Eragon and Saphira manage to escape by hiding in the forest, but Eragon’s uncle Garrow is killed, and the house and farm are destroyed.

Eragon becomes a Dragon Rider through his bond with Saphira. He decides to seek revenge on the Ra’zac, accompanied by Brom. On the journey, Eragon learns swordfighting, magic, and the ways of the Dragon Riders from Brom, who is something of an expert in these areas.

They travel through several cities, and Eragon is shocked by the way that the Empire is harming the land and its people. Finally, after obtaining information in the town of Teirm, Brom concludes that the Ra’zac reside in Dras-Leona, a city. There, Eragon, Saphira, and Brom are lured into an ambush by the Ra’zac. Although they are rescued by a stranger, Murtagh, Brom is gravely injured and dies shortly after — but not before revealing that he was a Dragon Rider whose deceased dragon shared Saphira’s name.

The new company Eragon, Murtagh, and Saphira had travel in search of the hidden leagues of the Varden, a strong rebel faction which Brom had mentioned on their journey. On the way Eragon has dreams of a beautiful elf, all of which feature her suffering great pain. Eragon is captured and imprisoned in the same prison that holds the elf. Murtagh and Saphira stage a rescue and Eragon escapes with the unconscious elf. During the escape Eragon and Murtagh battle with a Shade, a body controlled by spirits. The fact that a Shade is walking freely in the land deeply disturbs Eragon and he suspects that Galbatorix is planning something terrible.

After escaping, Eragon, Saphira, Murtagh, and the elf go in search of the Varden. After the elf did not wake after a week, Eragon becomes increasingly concerned and tries to reach her using a form of telepathy. He finds out her name is Arya and that she has been afflicted with a rare poison. She tells Eragon she has put herself in a self-induced coma, to slow the poison, but tells him if they do not reach the Varden within 3-4 days she will die.

Eragon and his party are pursued by an army of Urgals as they travel to the Varden’s fortress, hidden deep within the Beor Mountains. When they reach the Varden, Arya’s condition is very serious. She is given the antidote just in time and recovers soon after. Meanwhile, Eragon learns of the pact between the dwarves, the elves, and the Varden and how it was that Saphira’s egg was magically teleported to the Spine. The group is at last able to rest, although an invasion by the army of Urgals is imminent.

When the battle finally begins, the Varden, and dwarves are pitted against an enormous army of Urgals. During the battle, Eragon faces the Shade, Durza, whom he had recently encountered. Eragon receives a serious disfiguring wound on his back during the fight. Durza is about to kill Eragon when Saphira and Arya create a distraction, diverting the Shade’s attention long enough for Eragon to stab him in the heart – the only way to kill a Shade). After the death of the Shade, the Urgals have a spell lifted from them, and begin to fight among themselves. This gives the Varden a chance to counter-attack, routing the surviving Urgals. Eragon passes out, but during his unconsciousness he is contacted by a stranger who wants him to come to him for training.

What.. do you expect me to make my own synopsis about the movie? Of course not… I’m too lazy to do the bothering thing. If you are want to know better about the story you can go here. In this post I’m trying to give my oppinion about the movie.

My Critique:

  1. The story plot is too fast. The dragon can fly just in one trial. Eragon can learn magic in short time. The journey to the Varden is very quick. The Galbatorix army came to Verden in short period and soon. I dont know about you but I’m expecting a journey that more challenging and full of adventurer.
  2. Some part doesnt make sense. Few parts like the dragon doesn’t let Eragon to his uncle because the dragon worries about the safety of Eragon, this is stupid because like the dragon(Saphira) said “no horse can outrun the dragon” which means that the dragon can take Eragon to his uncle faster than the Urgal, in the other word the uncle doesn’t have to die. The second thing is about the Verden, their hideouts is not to secretly and to me rather easy to find. Why Galbatorix doesn’t just find and crush the Verden if he already knows the area where the rebel is hiding. And other little detail that lack of logic flowing in the plot.

My Credit:

  1. The idea of the story is quite well. Paulini give a new perspective with putting dragon as the main point of view in the film. Fresh idea I think.

The setting of the movie, according to me is inspired by middle earth in lord of the ring. Well what is middle earth? Middle earth is a concept in lord of the ring where human, elf, org, dwarf and other (like hobits, monsters, sorcerers and soon) living together (maybe war together would be more precise :p). The concept is soon became popular and inspired many game and novel. Warcraft and Heroes is one of the game that inspired by middle earth. And in novel, one of them is Eragon. About lord of the ring you can read in here. I will not try to story telling about lord of the ring, eventhough I think the movie is superb. Well get back to middle earth, I saw middle earth is always about good and evil, there is always be an evil character with superb power and there will always be a good character but the power is not as strong as the evil one. And with the flow of time the good side will developed their strength until the last battle the good versus evil, the good will win. A common good and bad war but still interesting to watch. Well to Eragon I will give score 7 of 10, good but not good enough to make regret not watching the movie in 21 :p

Pagi ini… yah pagi menjelang sianglah… gw dateng ke pasar sementara Balubur (sementara kan Pak Pemkot :P )… untuk membeli beras.  Di kosan ini gw bersama 2 orang lainnya mencoba sedikit berhemat dengan membeli beras dan memasaknya, jadi kami hanya membeli lauknya saja… yah hitung2 mencoba hidup mandiri… Tapi berhubung beberapa minggu terakhir ini kami males untuk masak jadinya kebanyakan pada beli nasi di luar dan terbengkalailah rencana penghematan kami untuk sementara. Tapi hari ini.. setelah harga kantin mini yang naik(sebenarnya sih udah cukup lama naiknya)  dan nasi padang deket mantan kosannya Gamma juga naik sebesar Rp 500,00 gw mencoba untuk memulai kebiasaan lama kami tersebut. Jadi berjalanlah ke pasar dan  setelah sejenak berjalan-jalan gw menemukan stand beras yang  kosong (hehehe gw males beli beras bareng Ibu-ibu) dan setelah menanyakan harga beras yang telah kami sepakati.. yaitu PandanWangi akhirnya untuk 3 kilo beras (kilo lho bukan liter… selalu beli beras dalam kilo karena lebih banyak daripada liter) gw harus mengeluarkan uang Rp 20.400… Hmm hampir Rp 7000 perkilo… Sebenarnya sih ga terlalu terkejut soalnya udah baca ceritanya di koran akhir-akhir ini tapi tetep aja bagi gw yang notabenenya hanya mahasiswa dengan uang saku pas-pasan lumayan syok juga. Kyaknya gw bakalan lebih sering lagi melakukan kebiasaan makan 2 kali sehari ala gw :p

Mengenai beras… gw punya beberapa pendapat sih…  Yang pertama gw bingung kenapa harus beras yang menjadi bahan pokok negara ini? Padi yang menghasilkan beras setahu gw (CMIIW) merupakan tanaman yang cukup sulit untuk dikembangkan… Kalo ga salah lagi beras itu banyak banget musuh alaminya, dari mulai tikus sampai wereng dan padi itu butuh banyak air… Untuk negara tropis seperti Indonesia sih mungkin ga begitu masalah kali ya… Tapi tetap aja selama kita gagal menyediakan air di musim kemarau dan pestisida dan obat-obatan (seperti keadaan sekarang) menaruh kepercayaan kita pada padi agak-agak kurang beralasan sih.

Yang kedua kalaupun kita udah terbiasa berpikir bahwa “Orang Indonesia mah kalo belum makan nasi belum makan” (walaupun gw ga begitu suka dengan idiom ini) cobalah kembangkan tanaman pangan lagi… Jangan cuman padi… Tumbuhkan jagung, ketela, gandum, ubi, dsb. Karena gw percaya sebenarnya harga beras itu memang dasarnya mahal jadinya kita butuh pilihan tanaman pangan lain. Tapi kalaupun ini mungkin terjadi permasalahan kedua bisakah kita mengalihkan sebagian orang Indonesia untuk makan tanaman subsitusi ini? Menurut gw bisa, saudara-saudara di Papua dan Ambon udah terbiasa makan sagu sebagai bahan pangan utama dan sebenarnya sih nenek moyang kita (kecuali di Jawa kali ya.. oleh karena itu Jawa disebut pulau beras) ga terlalu bergantung pada nasi, banyak juga yang makan ubi, jagung, dsb. Nah tantangannya untuk sekarang… kalau gw jadi mentri pertanian (mimpi dulu ah…) gw bakal nyisihin duit anggaran untuk gw hibahkan ke beberapa badan… antara lain IPB, Universitas Brawijaya, LIPI dan ITB. Keempat lembaga ini gw hibahkan dana untuk membuat varietas baru padi dan tanaman pangan yang unggul… yang tahan hama dan mungkin ga butuh terlalu banyak air dsb. Dan tugas kedua yang lebih penting sih gw tugasin untuk membuat rasa tanaman pangan pengganti itu seenak nasi. Gw yakin dengan ilmu biomolekuler hal itu bisa diakalin, kan kalo ada jagung, ubi, dsb yang rasanya seenak beras (yah minimal mendekati rasa beras lah :P ) dengan harga yang jauh di bawah harga beras pasti banyak orang dari kalangan pas-pasan (termasuk gw) yang bakal beralih ke makanan tsb. Baru tugas terakhir adalah memperkaya kandungan tanaman pangan… inovasilah… misalnya nasi itu dimasukin berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh… jadi minimal jgn cuman orang kaya doang yang sehat… orang miskin juga bisa sehat.

Hal ketiga yang gw sorotin adalah akibat ketiadaan perencanaan tata ruang wilayah Indonesia secara keseluruhan. Kalo gw pikir sih gw lebih ngeliat bahwa setiap daerah lebih baik memenuhi kebutuhannya sendiri2, misalnya orang Sunda dan Jawa bisa makan nasi karena tanahnya subur dan memang tradisinya makan nasi, sedangkan orang Papua dan Maluku bisa makan sagu karena toh sagu itu udah ada dan memang tradisinya makan sagu. Satu kesalahan besar adalah ketika disamakan semua orang Indonesia harus makan nasi.. padahal sekali lagi nasi itu memang mahal.. akhirnya masa orang Papua kalo ga dapet kiriman beras dari Jawa harus kelaparan sih? padahal sagu yang tumbuh di rawa-rawa atau pinggiran sungai banyak yang ga tersentuh… kan aneh.. Tapi kalau hal ini sulit (karena orang Indonesia udah cinta beras :p) maka gw mengajukan pemikiran kedua… coba buat satu daerah yang bener2 jadi penyuplai beras nasional (walaupun ga terlalu suka cara ini) dalam hal ini yang cocok mungkin tanah Jawa. Kalo gw presidennya gw bakal bangun infrastruktur di luar Jawa untuk industri, setelah jadi industri yang mau ekspansi gw suruh buat pabrik di daerah luar Jawa itu. Sedangkan di Jawa akan gw buat daerah lumbung beras yang bener… Yang memang daerahnya berkonsentrasi buat menyangga pangan nasional… Asal niat sih pasti bisa soalnya tanah Jawa itu subur(namanya juga pulau beras), tinggal ditambahin infrastruktur doang. Dan gw percaya Jawa bisa kaya kok dari perannya sebagai lumbung padi.

Aduh kok ngayal ga jelas gini gw… huuh lama bgt nunggu beras gw menjadi nasi… :p. Teringat kisah si Unyil (mana nih film.. buat lagi dong.. versi kerennya) yang suka membuang-buang nasi… sebenarnya bukan membuang juga sih cuman ga habis aja makan nasinya… dan nasinya itu menangis… dan akhirnya Tuhan pun menghukum si Unyil karena menelantarakan si nasi… dan akhirnya si Unyil pun tobat… cerita simple tapi saat itu (apa karena gw masih lugu ya) jleb bgt ke gw… semenjak itu gw hampir ga pernah nyisain nasi kalo makan (pembenaran gw maruk nih wkwkwkwk) . Oh ya satu hal lagi teringat kata-kata Bung Karno (Presiden pertama RI) mengenai sebuah foto di surat kabar yang memperlihatkan rakyat sedang berebut memunggut beras yang jatuh dari truk pengangkut beras. Dia bilang dengan lantang (kira-kira seperti ini) “Saya(Bung Karno lho bukan gw :p) minta agar orang Indonesia makan ubi atau jagung… saya menolak membuang devisa beberapa juta gulden untuk import beras… Saya minta rakyat bersabar… Saya pun tiap seminggu sekali atau dua kali memakan ubi atau jagung… dan toh sampai saat ini saya masih sehat”… Nasihat yang gw rasa cukup bijak dari sang proklamator negri ini.

Tulisan ini dipersembahkan untuk semua orang Indonesia… kalau anda masih bisa makan nasi… maka bersyukur dan hargailah nasi itu … karena ia benar-benar merupakan anugrah… dan kalaupun anda sudah tidak mampu untuk makan nasi, maka bersabarlah teman… bersabarlah dengan keadaanmu dan teruslah berusaha karena Tuhan itu Maha Penyayang kok… Jangan pernah berlepas dariNya… maka Ia tidak akan berlepas darimu… lho… kok malah ngelantur gini… oh pantes udah laper euy…makan nasi dulu ah.. hehehe :D

Gara2 si Ikhsan minta agar gw ngelink blognya akhirnya gw bisa menemukan beberapa blog temen if02 gw. Tapi satu yang gw sesalin sih… Kenapa hampir semua (kecuali blognya Chitra) pake blogspot :P . Kita pake wordpress aja Chit!!! :P . Bt sih karena di beberapa blog gw harus masukin id dan passwd google gw… jadi timbul pertanyaan blogspot itu punyanya google ya? :P . Walaupun gw biasanya pendukung setia google… tapi kali ini gw beda ah… soalnya wordpress merupakan blog pertama yang diinstal di lingkungan LAN kos gw… jadi nilai historisnya tinggi bgt :P . Tapi ada beberapa hal yang gw liat perbedaan antara blogspot dan wordpress… Kalau blogspot itu diumpamakan anak abg maka analogi yang pas buat wordpress adalah orang dewasa… Itu sih dari pandangan pertama gw mengenai desain dari blog temen2 gw atau mungkin temen2 gw aja yang sukanya desain anak muda sedangkan gw lebih suka yang dewasa2 :P . Tapi itu sih kesan pertama yang gw liat.

Yang kedua setelah dengan resmi menambahkan sebuah link temen di blog gw.. Gw jadi bingung sebaiknya link itu ditaro dimana, biar ga terlalu aneh… Akhirnya gw taro di blogroll yang kemudian menyadarkan kebodohan gw… karena awalnya gw pikir blogroll itu tempat buat favorite link gw :P . Damn akhirnya jadi ga sinkron deh…. sial lu San, ngerusak tampilan blog gw aja :P .

Tapi hal terpenting yang bisa gw tarik dari sini adalah ternyata memang dunia internet itu sudah (atau mulai?) bergerak ke arah komunitas. Web yang berdasarkan komunitas sangat berkembang di dunia maya ini seperti myspace, fs (udah ga begitu lagi sih), youtube, wordpress (anti blogspot! :P ), open source, dll. Tapi kyaknya microsoft ga terlalu bisa beradaptasi dengan perubahan ini. Dibandingkan dengan saingannya seperti open source, google, dsb, microsoft kyaknya terlalu lambat. Tapi toh kyaknya microsoft juga udah memulai memasuki dunia komunitas, salah satu yang gw liat adalah dengan menambahkan feature buat blog di Word terbaru… Tapi menurut gw masih kecil sekali… Sedangkan google bergerak lebih cepat, sehingga gw prediksikan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi gtalk akan membuat gebrakan besar dan msn dapat kalah di luar selama microsoft tidak berubah (ini cuma prediksi sih)… Tapi bagi gw sih ga terlalu ngaruh ya, soalnya gw masih setia aja dengan y!m. Ini anomali di Indonesia, kalau orang lain beralih ke myspace kita masih mayoritas di fs, kalau orang lain mayoritas msn kita mayoritas y!m… Tapi yah itu masalah pilihan… tapi berhubung gw orang Indo dan komunitas gw orang Indo juga itu menyulitkan migrasi tersebut… But anyway itu masalah pilihan dan selera ga ada gunanya memperdebatkannya.

So untuk komunitas blogger selamat berkarya ya!!!! Salam buat kalian di mana pun :D

Kembali hari ini gw dikecewakan oleh email provider gua (yahoo). Waktu gw mau mengirimkan attachment pdf (padahal ngonvert ppt ke pdf itu lama bgt….) yang berukuran sekitar 13 Mega ternyata gagal. Setelah gagal gw mencoba membagi file2 tersebut sampai akhirnya terbentuk 4 attachment…. Proses yang bikin kesel… Hal ini menambah kekeselan gw terhadap yahoo. Kekeselan gw yang lain adalah masalah filtering spamnya. Bayangin aja, waktu gw belum pernah memberi feedback spam semuannya baik2 saja (spam langsung masuk ke folder trash), tapi setelah gw mengetes kemampuan filter spamnya dengan memberikan feedback bukannya performansi yang lebih memuaskan yang gw dapat, tapi semakin banyak spam yang masuk ke email gw… Nih filter spam melakukan proses pembelajaran ga sih???

Berbagai hal itu membuat hati gw semakin bulat untuk bermigrasi ke google, tapi untuk melakukan perpindahan itu dibutuhkan efford yang lumayan… Soalnya segala link milis gw masih pake yahoo tapi karena gw melihat gmail sebagai masa depan yang keniscayaan maka proses menyakitkan itu harus segera gw mulai. Hal yang sama mungkin berlaku dengan friendster… Gw harus mulai berkonsentrasi dengan account di myspace… Tapi untuk friendster kasusnya agak berbeda, karena mayoritas temen2 gw yang di Indonesia belum akrab dengan myspace… Dan karena gw melihat friendster sebagai database temen2 gw maka gw pikir gw ga akan bermigrasi secara besar-besaran… Tapi gw mesti mulai memperhatikan account gw di myspace ketimbang ngeliatin account di friendster.

Kalau gw pikir2 gw bakal melakukan beberapa migrasi besar-besaran… Hal yang pertama adalah OS, gw berencana akan berpindah ke Linux, karena kalau sesuai rencana maka selepas bulan Juni gw ga akan jadi mahasiswa lagi sehingga gw ga akan dapetin lisensi murah itu… Namun yang paling penting sih gw perlu migrasi karena gw bakal lebih banyak bergaul dengan software open source sesuai dengan rencana besar kami… Apa rencana besar kami? Hehe kapan2 akan gw ulas :p . Oh ya hampir lupa… migrasi yang dikarenakan rencana besar kami juga akan mengakibatkan gw berfokus kepada ruby, js, dan ajax plus mungkin php daripada bahasa pemprograman favorite gw… Java. Hiks2 I will miss you all… but the show must go on…

Here I come baby!!!!