August 2007


Iseng-iseng dari blognya si Achai… udah lama sih tahunya… tapi iseng2 aja nyoba ngisi-ngisi testnya… ternyata…

naruto
Which Naruto Character Are You?
Test by naruto – kun.com

Heh ga salah nih? Padahal penulis pikir penulis lebih mirip karakter naruto (yang ceroboh, rame, nekat, geblek dsb) dibandingkan dengan karakter lain, apalagi karakter ini,… yang kayakya terlalu keren buat penulis… Confident, Clever, and Talented wakakaka :D ,berarti seharusnya foto yahoo messenger dan blog ini diganti Neji dong :P . Hehehe Berikut beberapa kemungkinan karakter lain…
1. Hatake Kakashi

naruto

2. Uzumaki Naruto

naruto

3. Haruna Sakura

naruto

4. Uchiha Sasuke

naruto

5. Rock Lee

naruto

6. Aburame Shino

naruto

7. Jiraiya

naruto

8. Gaara

naruto

9. Uchiha Itachi

naruto

10. Nara Shikamaru

naruto

11. Hyuga Hinata

naruto

Hihihi beneran lagi ga ada kerjaan nih, sampe-sampe ngedit linknya buat nampilin semua karakternya… :P

Damn…. I missed the lunar eclipse!!!! Hiks2…

Baru selesai nonton film Indonesia yang keren banget judulnya “Nagabonar jadi 2″. Seperti yang banyak orang tahu, film ini merupakan sequel dari film Nagabonar yang sudah lama bgt. Film ini juga sebenarnya diangkat dari sebuah novel, (updated: thanx to boneng) skenario film yang dibuat oleh Asrul Sani. Ceritanya berpusat pada seorang pencopet yang bernama Nagabonar, seorang pencopet yang kemudian menjadi jenderal dalam melawan penjajah. Tapi walaupun ceritanya mengenai pencopet namun nuansa nasionalis sangat lekat pada film edisi pertama ini, hal ini dapat dilihat dari perkataan Nagabonar yang intinya kira2 seperti ini: “Walaupun aku pencopet, aku hanya mencopet dari penjajah aja”, suatu cerminan yang sangat pahit, mengingat sekarang banyak koruptor yang tega lebih memilih menjarah saudara sebangsa sendiri.

Tapi cukup mengenai film Nagabonar yang pertama tersebut. Nagabonar jadi 2 yang merupakan sequel dari film pertama mengangkat tema yang berbeda. Kalau pada film pertama, titik berat lebih pada perjuangan Nagabonar dan milisi Indonesia dalam melawan Belanda, film kedua lebih menitikberatkan pada benturan zaman antara Nagabonar dan Bonaga yang merupakan anaknya. Benturan budaya ini dikarenakan keinginan Bonaga untuk menjual tanah ayahnya yang berada di Medan, untuk dijadikan resort dan tempat wisata. Namun tanah ayahnya tersebut, tidak hanya berisi kebun kelapa sawit yang pada film disebutkan setiap kelapa sawit itu ditanam oleh tangan Nagabonar sendiri, namun juga karena pada tanah tersebut terdapat tiga makam orang yang sangat disayangi oleh Nagabonar, makam Emaknya, makam istrinya, dan makam Bujang, sahabatnya. Dan konflik pun terus berlanjut dan singkat kata (iyalah kalo mau filmnya gih cari di rileks :P ) apakah Bonaga dapat menjual tanah yang berisi kuburan ketiga orang yang sangat disayangi oleh ayahnya, Nagabonar tersebut? hihihi masih ga mau jadi spoiler euy, bagi yang penasaran silahkan nonton sendiri.

Tapi harus diakui bahwa ini adalah salah satu film Indonesia yang paling bagus yang pernah penulis tonton sampai saat ini. Diantara kebangkitan film Indonesia yang dimotori oleh genre horor dan cinta, film ini menyajikan tema yang sangat unik, yaitu nasionalisme sehingga sangat cocok disaksikan untuk menyambut ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Yup temanya masih sama dengan film pertama, dan kemiripan ini berlanjut dengan balutan roman dan komedi yang sangat “khas” dari Nagabonar. Akting para aktor dan aktris juga sangat baik, terutama Dedy Mizwar (top abis deh) dan Tora Sudiro yang bermain di atas standar akting para aktor dan aktris masa kini. Terlepas dari beberapa kelemahan film seperti, keanehan rumah tukang bajaj yang relatif sangat bagus dan berkecukupan, film ini sangat pantas ditonton. Penulis bertambah kecewa ketika teringat dahulu tidak ada teman yang bisa diajak untuk menonton film ini. So buat kamu yang nyari film Indonesia dengan genre yang lain dengan akting yang bermutu, film ini bisa jadi pilihan, tentu saja dianjurkan untuk nonton di bioskop (walaupun kyaknya udah ga ada lagi euy) atau beli vcd aslinya kalo mampu. Untuk para pemeran dan rumah produksi Nagabonar jadi 2 ini, penulis memohon maaf karena hanya bisa nonton versi bajakannya, penulis janji kalo penulis sudah kaya (AMIEN), ntar penulis cari dan beli vcd ini hehehe :D

Mengutip beberapa kalimat keren dari Nagabonar…

Kau bukan anakku Bonaga… Anak Nagabonar tidak akan menjual kuburan nenek moyangnya!!!

Salahku aku masih hidup di zamanmu…. yang sangat sulit kumengerti…. tapi berupaya kupahami… karena aku betul-betul mencintaimu Bonaga…

Tulisan ini dibuat pada tanggal 22 Agustus 2007, untuk keperluan menjaga kerahasiaan kejutan dari pihak-pihak yang terkait, maka thread ini ditunda peluncurannya selama satu hari :P

Akhir bulan ini, penulis akan kehilangan 3 orang teman. Namun kali ini konteks kehilangan lebih bermakna positif daripada negatif. Ketiga teman penulis (Arya Ardiansyah, Chitra Hapsari Ayuningtyas, dan Johnson Aldy Affandi) akan keluar dari Bandung… well lebih tepatnya Indonesia untuk masing-masing melanjutkan pendidikannya. Arya akan malah sudah berada di Belanda tepatnya di Eindhoven, Chitra akan melanjutkan ke Italy (sorry lupa euy nama kotanya :P ), sedangkan Johnson akan melanjutkan ke Shanghai, China. Well untuk ketiga temanku, dan mungkin teman-teman lebih tepatnya disebut senior yang akan melanjutkan pendidikan pula pada akhir bulan ini, penulis ucapkan selamat menempuh hidup baru :D .

Dan sebagai orang timur yang baik, penulis beserta beberapa teman, memberikan kenang-kenangan untuk masing-masing dari mereka. Untuk Arya, kenang-kenangan dibelikan oleh Hamdan, berupa frame foto angkatan IF02, pada kasus ini penulis hanya ikut patungan, dan pemilihan kenang-kenangan diserahkan sepenuhnya ke Hamdan. Untuk Chitra, penulis juga hanya ikut patungan dan proses pembelian, dan pemilihan kenang-kenangan dilakukan oleh sebuah dewan (Mia dan teman-teman) yang isinya para cewek :P . Dan untuk Johnson, penulis ditemani oleh Egoz yang tidak banyak membantu :P , yang berperan sebagai pemilih benda kenang-kenangan. Kenang-kenangan untuk Chitra disepakati adalah sebuah kompas, alasan pemilihan kompas adalah dengan mempertimbangkan sulitnya untuk mencari arah kiblat di negara jantung Eropa tersebut. Untuk Johnson, dari berbagai hasil brainstorming yang kacau dari kami berdua (penulis dan Egoz), kami memutuskan kandidat untuk kenang-kenangan tersebut adalah:

  1. Sebuah boneka panda lucu yang sedang memegang bendera merah-putih, nasionalis bgt ga sih???.
  2. Sebuah lighter yang dapat digunakan oleh teman kami yang perokok tersebut.
  3. Sebuah kompas dengan pertimbangan akan menghemat waktu kami untuk memikirkan kemungkinan lainnya, karena sama dengan kenang-kenangan yang diberikan pada Chitra.

Dari hasil debat antara kami berdua, akhirnya kami memutuskan untuk membelikan sebuah kompas, karena kami takut kalau kami membelikan sebuah boneka, boneka tersebut tidak akan dibawa ke China, atau malah bakal segera dihancurkan oleh teman kami tersebut :P . Agar lebih keren, penulis menambahkan arah Bandung relatif terhadap Shanghai. Jadi kalo semisalnya teman kami tersebut sedang kangen dengan Bandung atau ingin balik ke Bandung, maka ia tinggal berjalan lurus dari arah yang telah ditandai… Yah mungkin dalam waktu beberapa bulan atau tahun teman kami tersebut dapat sampai ke Bandung dengan berjalan kaki :P , sebuah usaha yang lumayan worthed sih walaupun untuk itu penulis harus mencari peta asia yang cukup besar di internet untuk melihat kota Shanghai dan kota Bandung dan mengkalibrasinya arahnya.

Bagi penulis peran ini relatif baru, dikarenakan selama ini penulis lebih berperan sebagai pihak yang menerima hadiah. Sepanjang SD sampai SMA tercatat penulis telah berpindah sebanyak 5 kali di tengah jalan, sehingga selama ini penulis lebih banyak berperan sebagai pihak yang menerima kenang-kenangan. Tapi kali ini, penulis berada pada pihak yang ditinggalkan. Well untuk para temanku yang akan meninggalkan kami, baik2lah disana, just do your best, jangan bikin malu nama negeri ini. Buktikan bahwa otak kita… eh otak kalian… mampu sejajar dan melebihi orang sana, ayo kalian pasti bisa!!!

Untuk kesempatan yang istimewa ini, terimalah persembahan penulis, sebuah tembang yang tidak asing lagi untuk melepas seorang… well 3 orang teman:

Auld Lang Syne

Should old acquaintance be forgot,
and never brought to mind ?
Should old acquaintance be forgot,
and auld lang syne ?

CHORUS:
For auld lang syne, my dear,
for auld lang syne,
we’ll take a cup o’ kindness yet,
for auld lang syne.

And surely you’ll buy your pint cup !
And surely I’ll buy mine !
And we’ll take a cup o’ kindness yet,
for auld lang syne.

CHORUS

We two have run about the hills,
and picked the daisies fine ;
But we’ve wandered many a weary foot,
since auld lang syne.

CHORUS

We two have paddled in the stream,
from morning sun till dine (dinner time) ;
But seas between us broad have roared
since auld lang syne.

CHORUS

And there’s a hand my trusty friend !
And give us a hand o’ thine !
And we’ll take a right good-will draught,
for auld lang syne.

CHORUS

Met ultah negriku…. Hope for the better of you…

I do not choose to be a common man,
It is my right to be uncommon … if I can,
I seek opportunity … not security.
I do not wish to be a kept citizen.
Humbled and dulled by having the
State look after me.
I want to take the calculated risk,
To dream and to build.
To fail and to succeed.
I refuse to barter incentive for a dole;
I prefer the challenges of life
To the guaranteed existence;
The thrill of fulfillment
To the stale calm of Utopia.
I will not trade freedom for beneficence
Nor my dignity for a handout
I will never cower before any master
Nor bend to any threat.
It is my heritage to stand erect.
Proud and unafraid;
To think and act for myself,
To enjoy the benefit of my creations
And to face the world boldly and say:
This, with God’s help, I have done
All this is what it means
To be an Entrepreneur.

(Except from Common Sense, written in 1776 by Thomas Paine)

 

Diambil dari forum, thanx to sirius for the share. Untuk teman2ku yang memutuskan untuk menjadi entrepreneur… selamat berjuang… jgn pernah menyerah, and someday hope God will give me chance to follow your footstep… Goodluck to you all my friend!!!

00.05 Waktu Weker Kos…

Teringat penggalan kisah dari masa lalu, alkisah ketika melintasi pekuburan seorang teman dekatku pernah mengatakan “lucu ya Fred, ketika lahir manusia hanya seukuran rahim Ibunya sedangkan ketika ia meninggalkan dunia ia juga hanya butuh rumah petak seukuran 2 X 1, walaupun dia bisa beli berhektar tanah semasa hidupnya tapi tetap aja ketika meninggal cuman segitu yang dibutuhkan oleh si mayat” seraya menunjuk sebuah kuburan. Yup manusia memang makhluk yang sangat spesial, terlepas dari ukuran kita yang kecil, namun dengan segala kelebihan yang diberikan olehNya kita berani bermimpi tentang hal yang sangat besar. Mimpi kata seseorang merupakan yang membuat kita hidup, tanpanya maka kita tidak punya sebuah tujuan, dan tanpa tujuan maka kita akan tersesat dalam sekian tahun umur yang diberikan oleh sang Pencipta. Mimpi adalah sesuatu yang sangat mistik, mimpilah yang membuat Thomas Alfa Edison terus berusaha menemukan lampu listrik, terlepas bahwa ia telah gagal lebih dari seribu kali. Hal yang sama juga mengilhami berbagai orang lainnya, namun mimpi juga yang telah membuat seorang Hitler menjadi salah satu kalau tidak dapat disebut tukang jagal paling kejam sepanjang sejarah manusia. Itulah salah satu sisi menariknya… manusia memiliki rentang yang sangat besar, rentang kita berada diantara Nabi junjungan kita yang merupakan makhluk yang paling dicintai olehNya sampai ke Dajjal yang merupakan salah satu kalau tidak bisa dikatakan sebagai makhluk yang paling dibenci olehNya. Dan demikianlah manusia biasa seperti aku dan kamu… selama kamu bukan Dajjal tentunya, akan berada diantara keduannya. Selain tercatat sebagai makhluk paling sukses karena sebagai spesies kita memiliki populasi lebih dari 6 milyar yang tersebar di semua tempat di dunia, di padang gurun yang gersang, di hutan tropis, di pegunungan paling tinggi, bahkan di kutub paling dingin sekalipun namun di balik kesuksesan tersebut kita telah membuat beragam makhluk lain pengisi bumi ini juga menjadi langka bahkan punah… yah tampaknya memang harus ada yang membayar dengan kesuksesan kita sebagai spesies dan sayangnya yang harus menanggung adalah spesies lain dan bumi ini. Kita memang sukses sebagai spesies yang dominan tapi gagal sebagai anggota komunitas, ekosistem, dan biosfer secara keseluruhan. Wajar bila ada saatnya ketika bumi tidak akan sanggup lagi menumbuhkan tanaman untuk memberi makan 6 milyar mulut anak manusia. Wajar bila atmosfer juga tidak dapat memberikan oksigen untuk dihirup bagi 6 milyar pasang lubang hidung yang ada. Banyaknya musibah yang ada akhir2 ini mungkin menunjukkan bahwa bumi pun sudah lelah dengan keberadaan kita, keberadaan makhluk yang diberikan kepintaran, namun kepintaran tersebut diperbudak oleh ambisi yang dibalut indah dengan kata mimpi. Seorang bijak mengatakan “gantunglah cita-citamu setinggi langit”. Dan dengan desakan terlalu tingginya mimpi terkadang kita melupakan hakikat sebagai manusia, dan banyak manusia telah gagal pada tahap ini. Mimpi yang mulia tersebut dengan mudah menjadi malapetaka bagi sekitarnya seiring dengan berjalannya waktu. Namun terlepas dari semua itu, mimpi tetaplah menjadi esensi bagi kehidupan seseorang. Mimpi adalah yang memaksa kita untuk terus merangkak ketika kita tidak lagi bisa berjalan. Dan di kuburan itu, penulis menyadari betapa banyaknya orang yang harus membawa impiannya bersama ke kuburannya. Sebuah cerminan bagi kita yang hidup… karena bahkan untuk bermimpipun diperlukan keberanian yang tidak sedikit.

 

Udah malem euy… saatnya bermimpi kembali agar bisa bangun pada esok hari… :D

00.40

Kembali ke dunia maya… hehehehe