Tulisan ini dibuat pada tanggal 22 Agustus 2007, untuk keperluan menjaga kerahasiaan kejutan dari pihak-pihak yang terkait, maka thread ini ditunda peluncurannya selama satu hari :P

Akhir bulan ini, penulis akan kehilangan 3 orang teman. Namun kali ini konteks kehilangan lebih bermakna positif daripada negatif. Ketiga teman penulis (Arya Ardiansyah, Chitra Hapsari Ayuningtyas, dan Johnson Aldy Affandi) akan keluar dari Bandung… well lebih tepatnya Indonesia untuk masing-masing melanjutkan pendidikannya. Arya akan malah sudah berada di Belanda tepatnya di Eindhoven, Chitra akan melanjutkan ke Italy (sorry lupa euy nama kotanya :P ), sedangkan Johnson akan melanjutkan ke Shanghai, China. Well untuk ketiga temanku, dan mungkin teman-teman lebih tepatnya disebut senior yang akan melanjutkan pendidikan pula pada akhir bulan ini, penulis ucapkan selamat menempuh hidup baru :D .

Dan sebagai orang timur yang baik, penulis beserta beberapa teman, memberikan kenang-kenangan untuk masing-masing dari mereka. Untuk Arya, kenang-kenangan dibelikan oleh Hamdan, berupa frame foto angkatan IF02, pada kasus ini penulis hanya ikut patungan, dan pemilihan kenang-kenangan diserahkan sepenuhnya ke Hamdan. Untuk Chitra, penulis juga hanya ikut patungan dan proses pembelian, dan pemilihan kenang-kenangan dilakukan oleh sebuah dewan (Mia dan teman-teman) yang isinya para cewek :P . Dan untuk Johnson, penulis ditemani oleh Egoz yang tidak banyak membantu :P , yang berperan sebagai pemilih benda kenang-kenangan. Kenang-kenangan untuk Chitra disepakati adalah sebuah kompas, alasan pemilihan kompas adalah dengan mempertimbangkan sulitnya untuk mencari arah kiblat di negara jantung Eropa tersebut. Untuk Johnson, dari berbagai hasil brainstorming yang kacau dari kami berdua (penulis dan Egoz), kami memutuskan kandidat untuk kenang-kenangan tersebut adalah:

  1. Sebuah boneka panda lucu yang sedang memegang bendera merah-putih, nasionalis bgt ga sih???.
  2. Sebuah lighter yang dapat digunakan oleh teman kami yang perokok tersebut.
  3. Sebuah kompas dengan pertimbangan akan menghemat waktu kami untuk memikirkan kemungkinan lainnya, karena sama dengan kenang-kenangan yang diberikan pada Chitra.

Dari hasil debat antara kami berdua, akhirnya kami memutuskan untuk membelikan sebuah kompas, karena kami takut kalau kami membelikan sebuah boneka, boneka tersebut tidak akan dibawa ke China, atau malah bakal segera dihancurkan oleh teman kami tersebut :P . Agar lebih keren, penulis menambahkan arah Bandung relatif terhadap Shanghai. Jadi kalo semisalnya teman kami tersebut sedang kangen dengan Bandung atau ingin balik ke Bandung, maka ia tinggal berjalan lurus dari arah yang telah ditandai… Yah mungkin dalam waktu beberapa bulan atau tahun teman kami tersebut dapat sampai ke Bandung dengan berjalan kaki :P , sebuah usaha yang lumayan worthed sih walaupun untuk itu penulis harus mencari peta asia yang cukup besar di internet untuk melihat kota Shanghai dan kota Bandung dan mengkalibrasinya arahnya.

Bagi penulis peran ini relatif baru, dikarenakan selama ini penulis lebih berperan sebagai pihak yang menerima hadiah. Sepanjang SD sampai SMA tercatat penulis telah berpindah sebanyak 5 kali di tengah jalan, sehingga selama ini penulis lebih banyak berperan sebagai pihak yang menerima kenang-kenangan. Tapi kali ini, penulis berada pada pihak yang ditinggalkan. Well untuk para temanku yang akan meninggalkan kami, baik2lah disana, just do your best, jangan bikin malu nama negeri ini. Buktikan bahwa otak kita… eh otak kalian… mampu sejajar dan melebihi orang sana, ayo kalian pasti bisa!!!

Untuk kesempatan yang istimewa ini, terimalah persembahan penulis, sebuah tembang yang tidak asing lagi untuk melepas seorang… well 3 orang teman:

Auld Lang Syne

Should old acquaintance be forgot,
and never brought to mind ?
Should old acquaintance be forgot,
and auld lang syne ?

CHORUS:
For auld lang syne, my dear,
for auld lang syne,
we’ll take a cup o’ kindness yet,
for auld lang syne.

And surely you’ll buy your pint cup !
And surely I’ll buy mine !
And we’ll take a cup o’ kindness yet,
for auld lang syne.

CHORUS

We two have run about the hills,
and picked the daisies fine ;
But we’ve wandered many a weary foot,
since auld lang syne.

CHORUS

We two have paddled in the stream,
from morning sun till dine (dinner time) ;
But seas between us broad have roared
since auld lang syne.

CHORUS

And there’s a hand my trusty friend !
And give us a hand o’ thine !
And we’ll take a right good-will draught,
for auld lang syne.

CHORUS