October 2007


Dapet titipan untuk disebarkan dari temen di Friendster…

———————————-
Original message from Astu:
For my friends who are not Indonesian, please just ignore this email. Thanks!!
_________________________________________________________________
Teman-teman dan saudara-saudari se-tanah air… saya bilang “se tanah air”, karena saya berharap bahwa email ini bisa menyebar dengan cepat sampe ke penjuru Indonesia.

Tanggal 17 Oktober adalah hari Pemerantasan Kemiskinan Dunia. “Mengatasi kemiskinan memerlukan komitmen yang sungguh-sungguh berpihak kepada masyarakat miskin itu sendiri.” Demikian dituliskan redaksi pada welcome site situs http://www.presidensby.info/

Benar, bahwa pemberantasan kemiskinan memerlukan komitmen yang sungguh-sungguh. Kita tidak bisa membiarkan pemerintah menanganinya sendirian, dan kita juga tidak bisa membiarkan pemerintah tidak menanggapi gerakan ini.

Tanggal 17 Oktober adalah hari Pemerantasan Kemiskinan Dunia. Saya menonton Open House Republik Mimpi yang ditayangkan metro TV Sabtu 27 Oktober 2007. Memang mungkin agak terlambat menanggapinya, namun saat saya melihat tayangan itu, muncul ide untuk mengajak teman-teman dan saudara-saudari semua bergerak bersama mendukung pemerintah (atau menggugah pemerintah) untuk bergerak memberantas kemiskinan.

Ide saya adalah, mari kita mengirimkan surat kepada pemerintah baik secara online melalui pos (PO BOX 9949 Jakarta 10000) yang berisi dukungan kita berupa ide, opini dan kepedulian kita mengenai masalah kemiskinan di negara kita ini,dan betapa kita ingin masalah ini segera diselesaikan.

Hal yang paling penting, saudara-saudari, jangan NATO (No Action Talk Only). Tuliskanlah juga dalam surat itu komitmen pribadi Anda; tindakan nyata apa yang akan Anda lakukan untuk memberantas kemiskinan, walau sekecil apa pun (tapi jangan terlalu kecil… =P) Misalkan: Kesanggupan membiayai buku salah seorang anak yang tidak mampu, melakukan research tertentu, memberikan sebagian pendapatan kita pada yayasan tertentu untuk mengentaskan kemiskinan, atau bahkan membiayai sekolah beberapa anak (kalau bisa, kenapa tidak). JANGAN MENULIS SURAT KEPADA PEMERINTAH jika Anda tidak menyediakan komitmen apapun.

Selain itu, sertakan identitas yang jelas, jangan hanya mengirim “surat kaleng” karena kita rakyat yang bertanggung jawab. Setidaknya cantumkanlah alamat yang jelas (email/rumah). (Siapa tahu Presiden berminat menghubungi Anda. Siapa tahu?)

Suara serentak ini, Saudara-saudari, kiranya menunjukkan kepada pemerintah betapa rakyatnya bertanggung jawab dan siap untuk diajak bekerja sama.

Jika Anda setuju dengan ide ini, silahkan mulai menulis surat, mencurahkan ide brilian Anda dan mengirimkannya dengan topik “Kami Siap Berantas Kemiskinan” dan kirimkan ke alamat yang saya sebutkan di atas.
Jangan lupa juga untuk menyebarkan email ini kepada rekan-rekan Anda.

Terima kasih!!

HIDUP INDONESIA!!!!

NB:
mohon maaf jika pengiriman melalui POS terasa memberatkan , tetapi jika kita bersedia menuntaskan kemiskinan, pasti kita mau berjalan ke kantor pos untuk mengirimkannya =). Jika ada saudara/saudari yang mengetahui alamat email resmi pemerintah, tolong beritahu saya dan rekan-rekan yang lain. Terima kasih!!

astu_sam_pratiwi@yahoo.de

Hari ini, 79 tahun lalu, para pemuda Indonesia mengucapkan sebuah sumpah. Sumpah tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu:

  • PERTAMA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
  • KEDOEA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
  • KETIGA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.

Sumpah ini yang kemudian dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Titik ini menjadi salah satu tonggak sejarah perjuangan bangsa ini, bayangkan ketika perwakilan pemuda di seluruh Indonesia mengucapkan sumpah tersebut ketika keadaan Indonesia yang belum merdeka… masih dalam keadaan terjajah. Sumpah ini yang kemudian terwujud 17 tahun kemudian ketika Sukarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia mendeklarasikan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Melihat isi dari sumpahnya, dapat dilihat kedewasaan dari para pemuda tersebut. Mereka sadar dengan beragamnya suku-suku yang ada di Indonesia tidak mungkin mendefinisikan suatu bangsa yang berdasarkan pada satu agama, satu suku, maupun satu ras. Pada titik tersebut semua pemuda bersepakat akan pendefinisian Indonesia yang berakar pada keragaman element pembentuknya. Mereka yang bertumpah darah Indonesia bersepakat untuk melebur menjadi satu bangsa, yang kemudian bersepakat juga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai pemersatu diantara mereka.

Keberanian para pemuda untuk mendefinisikan sebuah konsep bangsa disaat Indonesia masih dijajah Belanda tentu sangat patut dipuji keberaniannya, perwakilan dari Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen, Jong Islamaten, tokoh pemuda Tionghoa, dll yang merupakan representasi tokoh pemuda Indonesia dengan lantang mengucapkan sumpah bahkan ketika Belanda sedang berkuasa di negeri ini. Tokoh-tokoh ini pula yang berjuang di daerahnya masing2 dan puncaknya pada 17 tahun kemudian mereka dapat membuktikan sumpahnya dalam mendukung proklamasi kemerdekaan Indonesia dan pertempuran mempertahankannya bersama-sama dengan element lain di bangsa ini.

Dan sekarang 79 tahun telah berlalu… Dimanakah peta letak peran pemuda dalam negara ini? Sedikit berbeda dengan para pendahulu kita, perjuangan pemuda sekarang bukan bertujuan meraih kemerdekaan Indonesia lagi, tapi memakmurkan negara ini. Kalau dulu para pemuda telah menunaikan sumpahnya yang dideklarasikan dengan jantan, sudah dimanakah perjuangan kita sebagai pengganti mereka dalam mengejar tugas kita? Apakah kita perlu berkumpul bersama lagi dan meneriakkan sumpah baru demi bangsa ini? Well kalaupun kita tidak berkumpul secara eksplisit, penulis tetap yakin bahwa di dada setiap pemuda dan pemudi Indonesia pasti ada betapapun kecilnya yang namanya keinginan untuk membuat bangsanya lebih baik. Penulis pernah mendengar bahwa idealisme adalah senjata utama para pemuda, yup disaat kita tidak mempunyai harta dan kekuasaan. Kita hanya bisa mengandalkan idealisme kita… idealisme yang seringkali akan surut seiring bertambahnya umur. Jadi mungkin kita tidak perlu berkumpul secara eksplisit dan meneriakkan sumpah seperti para pendahulu kita, namun mungkin kita bisa mencoba meneriakkan sumpah kita sendiri dalam jiwa kita, sumpah versi kita sendiri atas bangsa dan negara ini. Penulis pun saat ini mungkin belum bisa berbuat apapun tapi yah lebih baik berbuat sesuatu walaupun sedikit kan daripada tidak sama sekali?

Untuk seluruh pemuda dan pemudi Indonesia… Selamat Sumpah Pemuda… Perjuangan belum selesai temanku… Selamat berkarya :)

Teks Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan informasi lain diambil dari wikipedia.

Hari ini seperti hari-hari sebelumnya, dalam rangka mengurangi lemak yang menggantung di pinggang (gara2 euforia lebaranan), penulis juga memutuskan kembali berlari di Sabuga. Dan seperti hari lain dengan pagi yang cerah agak2 berawan dikit penulis berangkat melewati Sangkuriang dan SSC (lupa nama jalannya :P ). Tapi untuk mempersingkat cerita, tibalah penulis di Sabuga. Berlari di tengah suasana pagi yang cerah bener2 top deh… hahaha promosi gini.

Tapi ga seperti hari-hari sebelumnya, hari ini ada yang aneh, ketika menginjak putaran keempat penulis dari kejauhan melihat pemandangan yang aneh. Tampak di bangku dekat lintasan batu tajam (hihihi ga tahu nama bendanya), ada sepasang muda-mudi… Well kalo cuman ini sih penulis ga begitu terkejut tapi dari kejauhan kok agak aneh ya, sepertinya si cowok memangku si cewek. Pertamanya penulis kira penulis salah lihat, penulis pikir mungkin pengaruh kelembaban dan sinar matahari yang temaram (apa sih??) yang membiaskan sinar dari objek ke pandangan penulis, dan mungkin aja si cewek itu sebenarnya anak kecil dan si cowok itu bapak dari putrinya yang membiasakan untuk berlari pagi? Well setidaknya bagi penulis itu jauh lebih masuk akal dibandingkan ada cowok yang memangku seorang cewek di sarana publik di tengah orang banyak! Tapi seiring lintasan lari penulis semakin mendekati TKP, bayangan si cewek bukannya semakin mengecil dan semakin lucu… tapi semakin mendekati skenario terburuk di benak penulis. Dan jreng pada titik perihelium lintasan lari penulis, bener bgt ternyata ada cowok yang mau mangku cewek di sarang publik di tengah orang banyak… Kecepatan lari penulis terganggu untuk sejenak…

Tapi seiring penulis menempuh orbit lintasan larinya kembali (weks) dan menjauhi TKP, penulis mulai tidak dapat berlari dengan tenang. Sejumlah skenario mulai memenuhi kepala penulis, berikut beberapa diantaranya:

  1. Mungkin aja si cowok itu kakaknya dan si cewek itu adeknya alias mereka bersaudara kandung? Tapi mengingat penulis juga punya adek cewek kyaknya kemungkinan ini hilang, karena ngapain mangku adek yang udah berat kalo si adek bisa duduk di bangku sebelah si kakak (ini bukan kasus dimana si adek berumur 5 tahun dan si kakak berumur 12 tahun).
  2. Mungkin aja ada syuting film Indonesia yang aneh2, yang mewajibkan si aktris cewek dipangku oleh si aktor cowok di tengah fasilitas umum di tengah umum pula? Tapi kemungkinan inipun hilang karena penulis tidak melihat adanya orang yang membawa kamera film dan sutradara yang berteriak “yaks action!”.
  3. Mungkin aja pasangan muda-mudi tersebut adalah mahasiswa yang sedang melakukan penelitian ilmiah untuk tugas akhirnya yang berjudul “Efek Perbuatan Mesum di Fasilitas Umum terhadap Masyarakat Umum yang Sialnya Sedang di Tempat Tersebut, Studi Kasus: Sabuga”. Tapi kemungkinan inipun kandas melihat kedua orang tersebut yang tampaknya tidak membawa kertas, buku rujukan, ataupun counter untuk menghitung berapa orang yang terganggu dengan aksi mereka itu, maupun alat lain untuk menunjang penelian ilmiah tersebut.
  4. Mungkin pasangan ini adalah pasangan yang terjebak oleh sindrom-sinetron-murahan khas Indonesia. Dan mereka menganggap bahwa kebiasaan pangku-memangku itu adalah tren yang patut ditiru, dipromosikan, dan dilestarikan? Tapi aduh ga malu tuh sama umur? Kok masih juga bisa terjebak oleh sinetron2 yang menyedihkan itu…
  5. Mungkin kedua pasangan itu buta, sehingga tidak dapat melihat kalo mereka sedang berada di tempat umum. Tapi kemungkinan inipun luluh karena mereka saling berpandangan ketika berbicara satu sama lain.
  6. Mungkin mereka berdua baru saja lulus tahap perguruan tingginya, dan karena mereka berdua bernazar akan saling memangku di tengah fasilitas umum di waktu umum di depan umum apabila lulus dari perguruan tinggi tersebut, sehingga mereka dengan terpaksa menunaikan nazarnya tersebut? Kyaknya ga mungkin juga deh ada mahasiswa segoblok itu membuat nazar yang langsung melemparnya ke dalam neraka (burn you in hell!)
  7. Dan beragam pemikiran lainnya.

Dan akibat berbagai pikiran tersebut jadilah satu revolusi lap tersebut menjadi “satu lap yang paling memusingkan” yang pernah penulis jalani eh lariin. Tidak ada kenikmatan menghirup segarnya udara pagi, tidak ada kenikmatan sinar matahari yang temaram, tiada kenikmatan ngeliat runner girl yang sama2 sedang berevolusi di lintasan lari tersebut. Yang ada cuman kepusingan untuk memikirkan apa yang sedang terjadi di lintasan tersebut. Dan menjelang mendekatnya penulis kembali ke titik perihelium dengan titik TKP, penulis memutuskan mengumpulkan bukti lebih lanjut…. pokoknya jangan sampe penulis ga bisa tidur nyenyak ntar malem gara-gara kejadian kaya gini :P . Dan ketika penulis semakin mendekati TKP, sebuah kejadian yang kemudian yang tidak disangka-sangka terjadi. Terlihat tangan si cowok memegang/mengelus/meraba/dsb (maaf) pantat (sekalilagi maaf) si cewek. WTF%$#*$U($

Berikut hal2 yang diteriakkan oleh hati penulis (secara sequential):

  1. Anjrit… pengen… pemikiran ini ditunjang oleh refleks mupeng… maklumlah ini salah satu siksaan terberat bagi para jomblo seperti penulis.
  2. Anjrit… Goblok… (dan sejumlah sumpah serapah lainnya)… Cari kamar hotel napa? Atau kalau ga mampu cari semak2 napa? Dasar Gobloook (dilanjutkan dengan beragam sumpah serapah lainnya)… tapi pengen :P
  3. An…. Astargfirulloh… Nauzubillah min Dzalik (dan beragam kosakata Arab yang penulis tahu lainnya yang telah mengantarkan nilai A pada mata kuliah agama penulis :P ).

Well seketika itu juga, penulis langsung berhenti dan langsung pulang. Udah kehilangan minat penulis untuk berlari lebih lanjut melihat adegan-yang-biasa-untuk-memulai-film-bokep-itu sambil memastikan bahwa si cewek bukan Asia Carera atau Miyabi maupun aktris lain (niatnya sih pengen minta ttd atau ngapply :P ). Well satu pelajaran penting yang penulis dapet hari ini… Nafsu itu bener2 bisa membutakan orang mirip seperti kasus mobil bergoyang deket kampus (burn you in hell!). Contoh nafsu bisa memendekkan IQ, EQ, terlebih SQ. Walaupun ini bukan pertama kalinya penulis terlibat sama hal2 kaya gini… Malah Alhamdulillah eh Astargfirullohnya penulis cukup tahu dunia kaya gini (I have a quite “dark” past…) tapi tolong dong jangan di tempat umum, apa bedanya kalian dengan anjing yang kalo kawin ga peduli situasi… ga tahu juga deh mungkin aja anjing tuh malu kalo lagi kawin diliatin sama anjing lainnya sayang belum ada penelitian ilmiah mengenai hal ini :P . Jadi untuk kalian yang berpasang-pasangan yang mau melakukan yang “aneh”2 please dong tolong jangan di tempat umum… Minimal kasianlah jomblo sedang yang terperangkap dalam fasilitas publik sehingga kebingungan kaya penulis. Hahahaha (tertawa pedih) :P

Waktu ga ada kerjaan di rumah dan lagi iseng2 bongkar barang bawaan dari kosan lama, nemu sebuah buku tulis, tapi buku ini bukan buku tulis biasa. Buku tulis ini digunakan sebagai buku Ospek eh kaderisasi deng. Jadi ceritanya waktu kaderisasi dulu disuruh buat semacam buku yang bersampulkan kertas koran dan dikasih sampul bening. Buku tersebut kemudian diedarkan di masing2 kelas di TPB (tingkat 1) untuk diisi oleh semua mahasiswa angkatan yang sedang di os eh di kaderisasi tersebut. Jadi idealnya masing2 anak punya informasi mengenai semua teman2nya yang seangkatan. Namun pelaksanaan memang ga semanis perencanaan (lagian itu kan fungsinya perencanaan :P ) jadi dari 84 mahasiswa yang seharusnya mengisi buku tersebut hanya setengah lebih dikit yang ngisi buku penulis karena satu dan lain sebab. Dari kolom yang harus diisi meliputi NIM, nama lengkap, makanan favorit, olahraga yang disukai, cita-cita, buku favorit, kegiatan luang, jenis musik, idola, motto dan ttd mungkin kolom yang paling aneh itu adalah cita-cita. Hal ini dikarenakan agak aneh kalo mahasiswa ditanyakan tentang cita-citanya (minimal menurut penulis sih), soalnya memasuki jurusan yang dikehendaki kan merupakan perwujudan cita2… Kalaupun ada keanehan mungkin seperti penulis yang punya banyak cita-cita yang bertahan paling lama setahun… hihihi sampe cita2 aja bosenan :P . Pertanyaan ini lebih cocok bila diajukan kepada anak SD, SMP, atau SMA kali ya. But aniwey ini nih list dari cita2 mahasiswa informatika angkatan 2002 berdasarkan buku Os eh kaderisasi penulis: (digunakan nim sebagai index untuk melindungi jati diri pemilik informasi dalam thread ini :P )

001: Profesional Komputer

002: =kolom cita2 tidak diisi=

003: Ilmuwan

005: Sukses

007: Ahli Biologi Molekuler

009: =kolom cita2 tidak diisi=

010: CEO

011: =kolom cita2 tidak diisi=

012: CEO

014: Penulis

015: Penulis

018: Boss

019: Jadi manusia ideal

020: Ayah dan suami yang baik

023: Arsitek

025: Programmer, orang sukses yang berguna

027: Ultimate X-Men, Spider Man

028: Astronot

029: Orang yang berguna

031: Programmer

037: Masuk surga

038: Bebas uang, bebas waktu

041: Dokter

044: Dosen

045: Pilot

046: Manager (CTO)

047: Orang Baik

050: Dokter

052: Scientist, Astronot

054: Manusia bebas dan merdeka

056: Jadi orang

057: CEO

058: Danlap OS

059: Orang berhasil

063: Orang kaya

064: Berguna bagi Masyarakat

065: Dosen

068: Ilmuwan

070: To be the best Mom

072: Programmer

073: Jadi Presiden

074: Programmer, sukses di segala bidang

077: Orang sukses

081: ?

082: Istri, Ibu, Wanita Karir yang sukses

083: Jadi Iksan Kamil

084: Syahid, Menristek, Entrepreneur

Udah bisa nebak kan cita-cita siapa yang digaris tebal? :P . Berikut beberapa hal yang dapat disarikan menurut penulis dari dataset seperti ini:

  1. Hanya 46 responden dari total 84 mahasiswa baru yang terdaftar sebagai mahasiswa baru yang mengisi buku penulis.
  2. Hanya 5 dari 46 responden yang bercita-cita secara eksplisit mempunyai cita-cita yang berkaitan dengan bidang informatika.
  3. Cukup banyak responden yang menganalogikan cita-cita bukan dengan “pekerjaan yang akan ditempuh di masa depan” tapi dengan tujuan secara global yang ingin dicapai… Hmm termasuk penulis juga tuh :P .
  4. Ada juga responden yang mempunyai cita-cita sebagai superhero, entah ini memang tidak serius dalam pengisian kolom atau memang hasrat dari TK yang masih terpendam? :P
  5. Ada beberapa responden yang mengosongkan kolom ini, entah karena tidak punya cita-cita atau mungkin menganggap kolom ini ga relevan lagi untuk ditanyakan.

Tapi tentu saja penarikan kesimpulan ini hanya valid bila diasumsikan para responden yang berpartisipasi tidak mengisi kolom ini secara serius atau minimal ga asal-asalan… Yah setidaknya penulis ga ngasal lho… hihihi promosi gini :P , tapi mungkin dari situasi pengisian yang jauh dari kesan formal para responden justru jujur pada dirinya. Kalau ini benar, mungkin cukup menyejukkan hati bagi penulis karena penulis tidak sendiri… Tapi yang mungkin menyebalkan walaupun mereka tidak pada “tempat”nya tapi tetap aja IP nya gede2… salut bgt deh… ga kaya penulis :P . Huuh bener2 lagi males ngerjain deadline sampe baca2 buku usang itu… Padahal deadline bentar lagi euy… Ok saatnya kembali ke laptop eh kerjaan deng :P

Bulan Puasa menjual kurma
Kurma dijual di pasar raya
Bulan syawal sudah menjelma
Selamat hari raya untuk semua.

Kalau selama ini ada kesalahan baik kecil maupun besar, sengaja maupun tidak, dengan ini saya Freddy Ekoyanto Perkoso, meminta maaf dengan setulusnya atas kesalahan tersebut. Untuk yang merayakan selamat lebaran… Untuk yang tidak merayakan selamat liburan ya ;)

ITB Network Connectivity

Waktu bongkar-bongkar sebuah debat di milis kampus… nemu sebuah link mengenai arsitektur infrastruktur (bener ga kata2nya ya?) jaringan di ITB. Sebagai institusi pendidikan teknik tertua di Indonesia, sangat menarik sebenarnya (bagi penulis setidaknya) untuk mengamati perkembangan dunia cyber di perguruan tinggi ini. Sebagai institusi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi jaringan (bener kan yang pertama?) teknologi penjaringan (hihihi kaya razia aja ya?) telah mengalami berbagai perubahan yang memang hanya bisa dilakukan oleh institusi yang telah lama makan asam garam kehidupan… (halah garing gini euy).

Ok balik ke topik utama… penulis sebenernya kurang ngerti sih maksud dari gambar di atas itu apa… maklumlah jangankan jadi admin atau aktifis… duduk diam sebentar di lab aja ga betah euy :P . Jadi semua informasi yang ada di thread ini, tidak dapat dijamin kebenarannya karena berasal dari pembicaraan, pengetahuan penulis yang dikit, dan mbah google :D

Koneksi ITB ke dunia maya (baca: internet) terdapat beragam cara. Berikut koneksi internet yang ada di ITB dikutip dari sini

  • “Asian Internet Interconnection Initiatives (AI3), yaitu menggunakan link satelit C-Band dengan bandwidth keseluruhan 11 Mbit per second yang tersambung ke Yokohama, Jepang. ITB memiliki sambungan Internet ini sejak Oktober 1996″: Koneksi ini adalah koneksi utama di ITB, terutama untuk para mahasiswa. Koneksi ini juga yang menyebabkan kadang-kadang google yang dibuka di ITB adalah google versi Jepang. Dengan Rp 10 ribu atau 15 ribu ya?? hehehe maklum udah lama ga perpanjang ai3 lagi, mahasiswa sudah dapat menikmati akses internet untuk sebulan. Tapi koneksi murah ini memiliki beragam kekurangan, dan yang paling mengesalkan (selain lemot kalo siang) adalah si penjaga cumi yang membatasi maksimal koneksi hanya 7 buah dan maksimal download hanya 100 MB. Belum lagi untuk sebagian web terutama yang berbau pornografi dan gaul seperti friendster diblok atau lemot bgt. Apalagi koneksi yang tidak terlalu besar tersebut harus dibagi untuk beberapa institusi seperti Unisba, BBLM, BATAN, dan LAPAN.
  • Trans-Eurasia Information Network phase 2 (TEIN2), yaitu menggunakan link fiber optik yang tersambung langsung ke Point Of Presence (POP) TEIN2 di Singapura dengan bandwidth 45 Mbit per second. ITB memiliki sambungan Internet ini sejak Maret 2006. Link ini menyambungkan ITB dengan dua jaringan perguruan tinggi terbesar di dunia, yaitu GÉANT di Eropa dan Abilene di Amerika Serikat”: koneksi ini tergolong baru. Bandwith yang disediakan juga cukup besar, mencapai 45Mbps. Tapi untuk saat ini denger-denger, koneksi hanya bisa digunakan untuk keperluan riset, dan untuk ke depannya akan digunakan distance learning, riset dsb.
  • “Beberapa penyedia Jasa Internet (PJI) di dalam negeri, yaitu :
    • Indosat, dengan bandwidth 768 Kbps
    • Jalawave, dengan bandwidth 45 Mbps
    • Melsa-net, dengan bandwidth 384 Kbps
    • Indonesia Internet Exchange (IIX) melalui Jalawave, dengan bandwidth 8 Mbps”
    • Speedy di lskk-Elektro… Tapi koneksi semacam ini biasanya hanya untuk keperluan yang spesifik, seperti koneksi Speedy di lskk yang hanya untuk riset di lskk saja, atau Jalawave untuk keperluan koneksi internet para dosen.

 

[censored]

 

Perkembangan jaringan secara tidak langsung juga mempengaruhi perkembangan mahasiswa di kampus ini. Yah walaupun tampang mahasiswa yang lusuh… yang tua-tua kaya penulis sih :p . Tapi setidaknya mahasiswa tua tersebut lebih melek terhadap dunia dan ilmu pengetahuan, cukup banyak kuantitas dan kualitas dari mahasiswa di kampus ini yang dapat dikategorikan sebagai “Otaku” bahkan sampai ngesub lho (penulis bukan Otaku cuman bandar dorama dan anime aja lho :P ), ada juga kelompok yamakashi yang doyan lompat2 ga jelas itu, penggemar drama Korea, Amerika, dan beragam komunitas lainnya dari mulai hobi sampai ideologi yang beragam… Wah pokoknya lumayan lah berwarna dari yang aneh sampai aneh sekali (menurut penulis sih). Tapi terlepas kaya apapun juga kyaknya penulis bersyukur melihat hal-hal seperti ini, karena di beberapa kampus yang pernah penulis datangi, jarang ada yang aneh-aneh seperti kampus ini… Untuk penulis pribadi sih, penulis cukup bahagia karena [censored] itu selalu tersedia untuk disantap secara gratis dan fresh disini hehehe :D

p.s: Atas usul seorang teman, dan demi menjaga keamanan intranet ITB, beberapa bagian terutama paragraf mengenai intranet ITB harus disensor… Huuh kaya Badan Sensor Film aja yaks :P . Tapi thanx deh udah diingetin daripada terjadi yang tidak-tidak.