
wallpaper diambi dari sini
Berhubung selesainya uas finance (yang cukup menyiksa itu!) dan berhubung beberapa referensi dari temen akan bagusnya film batman: the dark knight, akhirnya penulis menyempatkan diri memenuhi janji tersebut bersama Bambang dan Rama. Pada awalnya kami hanya ingin menonton film ini di ciwalk jam 18.15 . Namun karena kami datengnya telat sehingga tempat yang tersisa hanya di deretan paling depan. Trauma dengan pengalaman nonton-bioskop-di-barisan-depan ketika nonton kungfu panda (bayangkan nonton kartun action dengan leher agak mendongak ke atas selama 2 jaman
), akhirnya kami lebih memilih nonton di jam yang berikutnya yaitu jam 21.15 . Dan karena kebingungan mau ngapain nunggu selama lebih dari 3 jam waktu sebelum pertunjukan, kami akhirnya memutuskan untuk nonton film wanted. Dan walah jadilah kami estafet nonton film dari wanted jam 19.15 – 21.00 dan jam 21.15 – 23.15 (?? lupa juga waktunya) nonton film batman: the dark knight.
Film wanted cukup bagus untuk ditonton, dari awal sampai akhir film ini penuh aksi dan ceritanya cukup menarik, apalagi dengan kehadiran Angelina Jolie yang aduhai hihihi yah lumayan menjelang keren lah nih film.
Film kedua yang menjadi santapan kami adalah film Batman: the dark knight. Film ini kereeen abis. Akting dari masing2 aktor cukup menawan terutama si Batman dan Joker (keren abis!) dengan animasi yang sangat keren yah memang uhuy lah nih film. Bagi penulis sendiri film ini memuaskan dahaga, karena walaupun penulis hampir ga pernah suka dengan film2 yang diangkat dari komik Amerika, namun Batman adalah pengecualian karena di film ini muncul salah satu karakter idola penulis… bukan yang Batman nya lho tapi Joker nya! Yup that’s right! I’m a huge fan of Joker!
Joker bagi penulis adalah tipikal penjahat yang sempurna! Jenius, tidak punya perasaan, luar biasa dalam memanipulasi orang dan keadaan, tidak punya orang yang dicintai, tidak punya identitas adalah sebagian dari kesempurnaannya… hampir ga ada kelemahan. Bahkan trio luar biasa dalam film itu (Batman-superhero Gotham-, James Gordon-komisaris polisi Gotham-, dan Harvey Dent-jaksa wilayah Gotham-) terpaksa menderita kekalahan dalam melawan Joker. Sebenarnya bukan hanya mereka bertiga yang kalah tapi seluruh Gotham pun terpaksa kalah melawan si jenius ini. Namun untuk ketiga jagoan kita itu, kekalahan mereka sangat telak karena bagi James Gordon terpaksa mengakui bahwa Joker berhasil masuk ke kepolisian dan memanipulasi polisi2 yang notabenenya adalah para penegak hukum. Bagi Harvey Dent, sang harapan Gotham, dia harus mengakui bahwa diapun berhasil dimanipulasi oleh Joker sehingga bukan hanya gagal mencegah Joker namun juga menjadi rekannya dalam kejahatan. Sedangkan Batman, sang superhero tersebut mengalami kekalahan paling telak karena bukan saja karena Batman harus mati-matian menang dari permainan Joker namun juga karena Batman kehilangan sosok penggantinya (Harvey Dent), sosok yang ia percayai merupakan solusi dari Gotham, sayang sekali sosok itupun akhirnya jatuh ke dalam kegelapan yang kelak menjadi salah satu musuh besar Batman juga yaitu two-face. Penderitaan Batman pun tidak cukup sampai disini, bahkan untuk sekedar bisa membuat persepsi Joker “tidak menang”, Batman pun harus mengorbankan nama baiknya sendiri dengan mengubah persepsi orang terhadapnya dari superhero menjadi supervillain. Benar2 luar biasa… Memang plot film ini menggambarkan bahwa Joker memanglah bukan penjahat amatir seperti yang dikira oleh mafia-mafia itu namun berhasil menjadi titik pusat permainan nasib kota Gotham. Namun dengan mengalah, Batman berhasil membuktikan dirinya melebihi kriteria pahlawan. Yup untuk kota sehancur Gotham, seorang pahlawan biasa tidaklah cukup, yang dibutuhkan adalah seseorang yang melebihi pahlawan, seseorang yang mau mengorbankan “kepahlawanannya” untuk melakukan sesuatu yang benar walaupun dengan resiko kehilangan segala yang dimiliki si Batman tersebut, yaitu reputasinya.
Dalam film ini Joker benar2 membuktikan dirinya memang seorang penjahat yang sempurna, bahkan dalam waktu yang singkat (2 jam saja saudara-saudara
), selain mengobrak-abrik kota Gotham, dia juga sempat melahirkan penjahat baru yang tidak kalah dari dirinya alias two face, penjahat yang dulunya adalah harapan kota Gotham…
Memang topeng Joker jauh lebih tebal dari topeng Batman… Dan di film ini walaupun akhirnya tertangkap namun Joker membuktikan dirinya sebagai one-man-show dalam film ini…
Joker… my most favourite villain…
Mengutip percakapan terakhir film ini….
Son: “Why is he running?”
Gordon: “Because we have to chase him”
Son: “but he didn’t do anything wrong”
Gordon: “he is the hero that gotham deserves, but not the hero gotham needs right now, so we’ll hunt him, because he can take it, he’s not the hero, he’s are silent guardian, our watchful protecter, the dark knight”
Jadi kepikiran… jangan-jangan seorang pahlawan biasa pun tidak akan cukup untuk negeri ini…
p.s: Baru tahu ternyata pemeran Joker, Leath Hedger, telah meninggal dunia karena overdosis obat. Dari berita yang penulis baca (penulis baru tahu hari ini -27Juli2008- ) ternyata si aktor meminum obat-obatan tersebut untuk mendalami karakter Joker, dengan kematiannya tampaknya film ini akan benar2 menjadi legenda. Well R.I.P Leath Hedger… You pass away but your masterpiece will stay with us… Goodbye the real Joker!









