December 2008


Baru nyadar ternyata si Dini ngetag-in penulis ya buat permainan iseng ini… Tapi yah tampak lucu hehehe coba jawab ah… :)

—————————————————————————————————————————

# Each blogger must post these rules.
# Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves.
# Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their
# ten things and post these rules. At the end of your blog, you need
# to choose ten people to get tagged and list their names.
# Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been
# tagged and to read your blog

—————————————————————————————————————————

1. Lahir di Pulau Terpencil

Kalau dulu waktu di SMP ada hafalan tentang daerah penghasil Timah, maka kalau SMP nya bener ngajarinnya maka seharusnya setelah Pulau Bangka-Belitung disebutkan juga Pulau Singkep. Sebuah pulau kecil di hamparan laut China Selatan yang ganas… yup disitulah penulis lahir. Sebuah pulau yang sekarang bisa disebut pulau mati karena setelah perusahaan penambang Timah tersebut PT RiTins (Riau Tins) sebuah PMA dari Belanda bangkrut. Pulau yang penulis sering mengistilahkan sebagai land before time… Karena dari penulis waktu kecil mudik sampai sekarang hampir tidak ada perubahan yang berarti, seakan waktu berhenti di Pulau kecilku ini… Tapi hehehe setidaknya pulau kecilku ini agak sedikit “terkenal” karena tersebut beberapa kali di novel Maryamah Karpov karangan Andrea Hirata :P .

2. Pernah bersekolah 3 SD

Yup, tercatat penulis bersekolah di 3 SD, yaitu: SD Stania di Pulau Bangka, SD Katolik Ricci II di Tangerang, dan SD YPJ Tembagapura di Papua. Hehehe yah namanya nasib punya bokap tukang pindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Cukup anomali sebenarnya karena pekerjaan bokap seharusnya tidak memerlukan perpindahan yang sering-sering amat. Tapi yah nasib pahit sebagai anak lah :(

3. Pernah bersekolah 3 SMP

Kembali 3 SMP pernah tercatat sebagai sekolah penulis. SMP YPJ Tembagapura di Papua, SMP YPJ Kuala Kencana juga di Papua, dan SMP Budi Luhur di Ciledug Tangerang tercatat sebagai sekolah tempat penulis menuntut ilmu.

4. Pernah bersekolah 2 SMA

Kalau waktu SMA cukup 2 saja, yaitu SMAN 1 Balikpapan dan SMAN 8 Jakarta. Yah sedikit peningkatanlah dibandingkan masa-masa SMP dan SD :P

5. Belum pernah menginjakkan kaki di Pulau Sumatera

Anomali sih, karena penulis telah menginjakkan kaki di seluruh pulau besar di Indonesia (Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua) dan beberapa pulau kecil (Bangka, Bali dll) namun belum pernah menginjakkan kaki di pulau Sumatera. Padahal pulau kelahiran penulis termasuk dalam kepulauan Sumatera :P

6. Pernah ga naik kelas

Waktu kelas 2 SD di Ricci II, penulis merasakan pahitnya pengalaman tinggal kelas. Dan bejatnya ternyata pelajaran yang membuat penulis merasakan pengalaman tersebut adalah pelajaran Agama! Tapi eits untungnya Agama Katolik karena berhubung penulis murid pindahan dari Bangka pada cawu III. Ternyata sebagai murid pindahan selama 1 cawu penulis gagal untuk memahami agama Katolik dan mendapat point 4 di nilai agama cawu III! Hahaha kejamnya suster tersebut sedangkan dengan nilai 5 juga penulis ga naik kelas :P

7. Pernah masuk penjara

Hahaha bukan pengalaman yang menyenangkan, malah karena pengalaman yang bodoh sih. Ah malu ah nyeritain alasannya soalnya cupu berat euy hahahaha :D . Tapi setidaknya pernah nyoba masuk hotel prodeo selama setengah hari :P

8. Pernah IP nol koma

Ketika strata paling rendah di kampus ini (berdasarkan IP) adalah mahasiswa Nasakom (Nasib Satu Koma), Penulis melangkah sedikit lebih maju dengan mencoba rasanya IP nol koma, hahaha :D . Ini semua gara2 mata kuliah Algoritma dan Pemprograman yang diajar Bu Inge, yang dengan sukses menyadarkan penulis bahwa penulis bukan calon informatikawan yang baik hahaha :D . Mengenai rasanya? Lebih pahit dari kopi campur biji kopinya tanpa gula deh hahahaha :D

9. Punya bekas patah tulang di tangan kiri

Kejadiannya ketika kelas 2 SD di Bangka, penulis seperti anak-anak seumur tersebut bermain lari-larian, namun sialnya jatuh dari tempat tanaman setinggi kurang lebih 1,5 meter dengan kepala terlebih dahulu, dan seperti film-film silat, penulis menangkisnya dengan tangan kiri dan untungnya penulis masih selamat. Setelah cedera, karena masih besarnya pengaruh kepercayaan magis di tanah Bangka ketika itu, penulis pun dibawa ke tukang urut dan jeng jeng hasilnya dapat dilihat ketika tangan penulis tidak sembuh juga dan terpaksa dibawa ke Jakarta (RS Cikini tepatnya) untuk melakukan 2 kali operasi yang melibatkan 2 buah pen dan sekian puluh jahitan :P

10. Punya bekas patah tulang di kaki kiri

Kejadian ini lebih mendebarkan lagi. Diawali dari salah memilih teman menumpang, yang doyan ngebut-ngebutan. Dan sialnya teman penulis ini tidak seperti pembalap motoGP yang dapat menikung sekian ratus kilometer dengan sukses, dan terjadilah kecelakaan dimana lutut (tepatnya pattela-tulang lutut) penulis pecah menjadi 4 bagian besar dengan kulit hilang entah kemana… Huhuhuhu horor banget sih kalau ingat saat itu :( . Dan singkat cerita untung dokter bedahnya jago dan tidak memutuskan untuk membuang tulang yang sudah-agak-tidak-layak-pakai tersebut dan memutuskan untuk mengikatkan tulang2 tersebut dengan kawat dan membuat menambal kembali lutut penulis dengan ratusan jahitan. Sebulan lebih penulis di rumah sakit dan 2,5 bulan masa rehabilitasi yang harus ditempuh untuk bisa jalan kembali… Memang kadang-kadang hal sederhana seperti berjalan dapat terasa sangat anugrahnya ketika penulis dipaksa belajar berjalan kembali seperti bayi umur 9 bulan :)

Done! hehehe untuk urusan ngetagnya… Penulis memilih untuk tidak mentag siapapun ah… Soalnya kok kaya acara buka aib gini… Kan aib itu seharusnya ditutup bukan disebarkan hahaha :D

Hampir setiap orang setahu penulis mempunyai tempat yang ingin dikunjungi minimal sekali seumur hidupnya… Ada yang ke Belanda, Jepang, atau Arab Saudi, Vatican, maupun Palestina bagi yang lebih alim :D . Penulis mungkin sedikit berbeda dari kebanyakan orang itu… Penulis lebih tertarik pada subjek APA daripada DIMANA. Alih-alih melihat suatu negara penulis lebih tertarik melihat beberapa objek yang menurut penulis sangat keren. Beberapa dari objek tersebut antara lain aurora… Yup penulis ga peduli apakah aurora itu adalah aurora Borealis (di kutub Utara) maupun aurora Australis (di kutub Selatan) namun pengen banget bisa melihat percikan angin matahari yang tunduk pada hukum ionisasi partikel oleh sabuk medan magnet bumi (Van Allen) tersebut. Dan hasilnya adalah salah satu lukisan terindah yang mungkin penulis pernah lihat fotonya… Karena keindahan itu pula penulis meletakkannya sebagai gambar header blog ini hehehe :)

Selain aurora, penulis juga selalu punya keinginan untuk melihat atau merasakan berada di tempat-tempat yang eksotis karena keistimewaannya. Palung terdalam, Gunung Tertinggi, Hutan Terlebat, Pulau Terpecil dan tempat-tempat yang kurang populer seperti itu selalu mencuri minimal sedikit dari perhatian penulis. Manusia sebenarnya adalah faktor yang cukup menarik bagi penulis, apalagi interaksi sesamanya maupun dengan lingkungannya, namun mungkin pada karena pada dasarnya penulis adalah orang yang pemalu sehingga lebih nyaman berada di tempat-tempat yang sepi dan tidak menarik perhatian. Dan tempat-tempat eksotis tersebut selalu memberikan kesepian yang penulis harapkan, kesepian yang tercipta karena keistimewaannya.

Keinginan penulis untuk berkunjung ke daerah yang sepi seperti itu cukup menular ke konsep rumah impian penulis. Berbeda dengan kebanyakan orang yang ingin memiliki rumah berbentuk apartemen mewah di tengah kota, atau rumah yang asri di pinggiran kota, penulis selalu mengidamkan sebuah rumah di rawa-rawa, dimana listrik dari rumah tersebut dipenuhi oleh pembangkit listrik tenaga air/angin secara sederhana dan memiliki sebuah airboat sederhana untuk bertualang menelusuri rawa tersebut… hehehe impian yang cukup aneh sebenarnya. Rumah impian lain juga masih berupa rumah di hutan yang mirip dengan rumah keluarga Cullen di film Twilight.

Hehehe jadi teringat dulu sempat ada teman di Jepang yang menawarkan untuk mengumpulkan uang dan main-main ke Jepang, namun penulis menjawah “Aku lebih milih berlibur di pantai Fiji menikmati samudra pasifik daripada pergi ke Jepang”. Hehehe konsep berliburku memang agak berbeda dengan yang lain mungkin yah, bukan dengan melihat keramaian maupun sekedar melihat tempat lain tapi mencari tempat yang enak buat sekedar menyepi dan merenung… :)

Tahun yang sulit bagi dunia dan tahun yang baru bagi penulis… Ga terasa sudah hampir setahunan di MBA-ITB ini dan karena penulis sudah menghabiskan semua sks mata kuliah kecuali tesis maka penulis tidak menjalani lagi proses belajar mengajar di jenjang S-2 ini :) . Yah memang sudah saatnya proses belajar mengajar formal yang dimulai dari sekian belas tahun lalu berhenti di tahun ini… Semoga ilmunya dapat kugunakan sebaik-baiknya…. :)

Tapi tetap aja, masih banyak yang harus penulis pelajari di dunia ini :)

Seharusnya tulisan ini ditulis beberapa bulan yang lalu tapi dikarenakan penulis sedang dalam kondisi yang tidak mood untuk menghasilkan karya sastra (Aha!hehehe) maka berikut liputan dari salah satu titik tercapai penulis selama ini…

Dimulai dari berkurangnya tantangan bagi petualangan sepeda kami -Punclut,Lembang,Bosscha,dan sekitar Bandung tercatat telah kami telusuri- maka terbesit sebuah untuk bersepeda ke Kawah Putih…

Penulis sebelumnya telah pernah jalan (nebeng sih lebih tepatnya :P ) ke daerah wisata yang sangat indah ini, namun mengunjunginya menggunakan sepeda? Wah sumpah agak ga kebayang… Tapi yah berhubung ini adalah tempat yang sangat layak dijadikan tujuan petualangan kami akhirnya kami pun memutuskan untuk mengunjunginya. Semalam sebelumnya pun kami telah menyiapkan perbekalan yang kami rasa penting dalam menunjang perjalanan kami tersebut, dalam hal ini penulis menyiapkan sekotak madu, beberapa liter air putih, pocari sweat, dan beberapa perlengkapan lain seperti pompa sepeda.

Petualangan kami dimulai dari jam setengah 5 pagi setelah sholat (kedua teman penulis sih yang sholat hehehe). Kami kemudian mampir sebentar untuk makan pagi di warkop secukupnya dan kemudian kami memulai perjalanan yang sangat panjang tersebut.

Sangat banyak rintangan yang kami temui sepanjang perjalanan, walaupun rintangan utama tetaplah fisik kami yang notabenenya bukan atlet ini :P , tapi yah tercatat hampir 11 jam dibutuhkan untuk mencapai kawah putih dimana dari awal sampai akhir medan yang ditempuh berupa tanjakan tajam yang terus mematahkan harapan dan lalu lalang kendaraan terutama bus yang nafsu berat liat sepeda lelet seperti kami :P . Tercatat kami sampai di Kawah Putih pada jam setengah 5 sore, ketika wisatawan lain telah mulai bersiap-siap untuk pulang… Hahaha dan kami dengan keadaan yang hancur lebur baru saja datang dan berniat menikmati hasil kemenangan kami. Setelah membelikan sekotak strawberry untuk seseorang yang special (Cring2X :D ) dan mengambil foto secukupnya akhirnya kamipun berpacu dengan waktu untuk pulang ke Bandung.

Perjalanan pulang dari kawah putih adalah kenikmatan yang luar biasa… Hal ini dapat dimengerti karena pendakian yang kami lakukan dari Bandung-Ciwidey berbalik menjadi turunan tajam… Alhasil selama 4 sampai 5 jam kami tempuh dengan medan berupa turunan yang tidak membutuhkan kayuhan pedal :D . Namun perjalanan pulang juga bukan merupakan perjalanan yang mudah walaupun hampir tidak dibutuhkan tenaga untuk turun namun dibutuhkan konsentrasi penuh untuk menuruni medan yang dilalui, dan konsentrasi tersebut sangat penting karena kalau kami sampai jatuh di turunan tajam seperti itu… huuh sangat tidak direkomendasikan… Oh ya dalam perjalanan itu sekali penulis hampir jatuh di tanjakan Kawah Putih :P . Namun konsentrasi untuk perjalanan pulang kali ini dipersulit dengan keadaan kami yang sudah memang lelah dan perjalanan malam hari yang kami lalui. Medan yang sangat tidak bersahabat di waktu malam -karena hampir tiadanya lampu jalan dan lampu mobil- meningkatkan adrenalin kami untuk tidak lengah ketika perjalanan balik… Dan Alhamdulillah kami dapat tiba di Bandung dengan relatif selamat, kecuali untuk rem belakang sepeda Rama yang rusak berat karena medan.

Hehehe pengalaman yang keren… Dan sayang sekali agak sulit untuk diulangi karena salah satu teman seperjalanan penulis -Bambang-  sudah pindah ke Jakarta. Hehehe lain kali kalau ada waktu kita harus mencoba tantangan lain :) .

Hehehe senang rasanya sekali kali bisa mematahkan rasioku yang manja ini :P

Pose Petualangan ke Kawah Putih

Pose Nyampe di Kawah Putih

Iseng pengen bikin coretan tanpa arti…

Coret-coret!

:D

Penulis bukan orang yang terlalu mengerti feng shui namun penulis agak yakin kalau rumah bokap penulis di Bekasi dapat digolongkan sebagai rumah dengan feng shui yang cukup baik… Alasan pertama adalah rumah bokap penulis kalau diibaratkan mirip kantong uang, dengan pagar depan yang kecil namun melebar di pertengahan, memang agak mirip dengan bentuk kantong uang :D . Hal kedua yang penulis haqqul yakin belum tentu dipunyai setiap rumah adalah adanya MATA-AIR-DI-BELAKANG-RUMAH-BOKAPNYA-PENULIS!!!! Hahaha yup, ini memang agak sedikit keanehan karena dari sekian rumah yang penulis pernah tempati baru rumah yang ini yang mempunyai mata air. Penulis juga hampir yakin hoki dari adanya mata air ini cukup bisa bikin feng shui rumah bokapnya penulis ini naik :D

Tersingkapnya mata air ini bermula dari waktu pembangunan rumah ini sekitar 4-5 tahun yang lalu, waktu itu agak kaget juga dengan adanya mata air yang terus mengeluarkan air ini. Namun setelah dipertimbangkan apakah akan membangun kolam ikan atau hanya saluran air, akhirnya diputuskan untuk membangun hanya saluran air untuk membuang air bening tersebut. Mata air ini juga didukung oleh hamparan kebun pisang di belakang rumah penulis yang masih cukup rimbun dahulu. Namun seiring dengan dikembangkannya lahan belakang rumah menjadi kawasan hunian (yang juga menghapus kebun pisang tersebut) juga terdapat penurunan debit mata air tersebut, bermula dari mata air yang hanya mengucur ketika musim hujan dan… puncaknya ketika musim hujan ini… mata air tersebut tidak mengucurkan air lagi… :(

Hal yang cukup menyedihkan sebenarnya, karena sangat disayangkan mata air tersebut tidak dapat terus mengalir… Tapi yah memang udah saatnya mungkin yah… bahwa untuk hal yang sangat rapuh seperti itu… cepat atau lambat memang airnya akan berhenti mengalir dan penulis hampir yakin tidak akan pernah lagi dapat melihat mata air tersebut… :(