March 2009


ikl

Alkisah seorang teman penulis, Miftah Bayu (atau lebih sering dipanggil Mifbay) mengutarakan keinginannya untuk membuat sebuah komik… yup keinginan ini telah diutarakan kepada penulis lebih dari setahun lalu, dan ketika kita berdua tidak sengaja bertemu lagi di tempat-biasa-kami-sering-bertemu alias track lari Sabuga, teman penulis tersebut memberitahukan bahwa komik tersebut telah jadi, dan penulispun esoknya langsung membelinya… :D Secara umum penulis menilai komik ini keren! Bukan hanya karena teman penulis yang menjadi pembuatnya (tapi mungkin bisa bias juga sih :D ).

Dari 6 seri yang direncanakan, seri pertama adalah mengenai perjuangan Diponegoro, seri kedua mengenai perang kapal dengan Portugis di Sunda Kelapa, dan yang terakhir mengenai kalau ga salah mengenai perjuangan melawan Jepang. Komik yang bertema nasionalis ini lumayan lama pembuatannya yaitu sekitar 2 tahunan, dengan segala suka-dukanya yang diceritakan teman penulis akhirnya berhasil menelurkan sebuah karya emasnya. Selamat buat para pembuat komik ini! You guys have done a great job! Can’t wait for the next series! :)

Buat yang lain, beli dong komiknya, jangan cuman baca manga atau komik Amerika aja atuh :D .

Oh ya, alamat websitenya dapat dilihat di http://komikmerdeka.blogspot.com

Berita menarik mengenai mereka juga dapat dilihat disini

Jangan lupa untuk beli yah! Hehehehe :D

nyesek1

Tadi subuh, tim kesayangan penulis, Internationale of Milan (baca: Inter Milan) kembali gagal melangkah ke perdelapan  final di stadion Old Trafford. Seperti tahun-tahun sebelumnya penulis agak kecewa karena kembali Inter gagal untuk melanjutkan untuk kemudian memperoleh piala lambang supremasi klub-klub Eropa tersebut.

Mengenai tim kesayangan penulis ini, penulis mulai mengidolai tim Itali ini semenjak penulis kelas 3 SMP (1998) ketika bersekolah di SMP Budi Luhur, ketika itu, sahabat dekat penulis memilih beberapa tim Itali lain yang lebih superior ketika itu, Juventus, AS Roma, dan Lazio. Tercatat ketika itu adalah masa suram Inter Milan, tercatat tiadanya mental juara menurut penulis adalah faktor utama kegagalan Inter ketika itu. Dalam hal ini, Inter pada waktu itu punya kemiripan dengan Indonesia yaitu kurangnya mental juara sehingga terlepas beragamnya kelebihan tim ini dibandingkan tim lain seperti: pemilik yang super tajir dan super baik, pelatih yang mumpuni, beberapa pemain yang sangat menonjol skillnya dll, tim ini gagal untuk memperoleh prestasi yang baik di kancah liga dan eropa.

Diperlukan waktu keseluruhan mencapai 16 tahun (1989 ke 2006) atau 7 tahun (1998 ke 2006) agar penulis dapat merasakan pengalaman yang sama seperti tifosi tim lain untuk merasakan scudetto. Tapi, walaupun beragam hinaan, makian, sampai bujuk rayu untuk pindah menjadi tifosi tim lain tidak pernah penulis pedulikan… Aku tetap seorang Interisti hehehe, sehingga logika beberapa teman ketika berpindah tim dari Inter ke Milan dan Juventus hanya karena “Inter ga pernah scudetto sih” agak2 ga dapat masuk ke logika penulis…

Anyway segala penderitaan penantian selama 7 tahun itu terbayar sudah ketika tahun 2006, Internationale of Milan ditasbihkan sebagai scudetto serie-A, setelah para gang mafia sepakbola lain termasuk Juventus dan Milan terbukti melakukan kecurangan terorganisir untuk melakukan kartel Serie-A dengan beberapa klub lain. Dan alhasil klub2 curang itu diberikan hukuman (walaupun masih kurang berat menurut penulis, dasar TIM CURANG!!! :D ) dan Inter menjadi satu-satunya tim Serie A yang belum pernah terdegradasi hahaha :D .

Yup, terbayar sudah satu penantian bagi penulis! Jadi ketika kemarin Inter dikalahakan oleh MU dan (seperti biasa) beberapa orang kembali memperhinakan (ada gitu kata “memperhinakan”? :D ) tim kesayangan penulis, well seperti biasa penulis cuman bisa menunggu, toh 7 tahun pun penulis menjadi tifosi la Beneamata ketika Inter sedang dalam keadaan (salah satu) paling jeleknya dalam sejarahnya. Jadi ga peduli mau menunggu 7 tahun lagi untuk dapat merengkuh piala Champion Eropa tersebut, penulis akan tetap menunggu nya :)

p.s: terakhir Inter menjuarai Liga Champion pada tahun 1965, atau sudah 44 tahun Inter Milan belum dapat menjuarai liga lambang supremasih klub Eropa tersebut… Masih ada tahun depan… hehehe :)

Setelah 2 bulan jalan2 ke kampung orang, kembali ke kampung orang kembali… :D

Hmm bawa oleh2 yang agak tidak diinginkan nih… Berat badan yang nambah jadi 83 kilo yang disertai kritikan dari keluarga dan beberapa orang… Kudu harus diet dan olah raga besar2an euy… Hehehe :D

Bandung! I’m back! :D

Ceritanya menyusul! :P