Setelah beberapa waktu lalu lagi hangat mengenai flu burung, terdapat sejenis flu lain yang merebak dan menimbulkan kehawatiran yaitu flu babi. Sebuah pertanyaan bodoh yang cukup cerdas sebenarnya adalah “mengapa burung atau babi yang kena flu manusia mesti kuatir?” untuk menjawab pertanyaan ini sebenarnya yang lebih berhak para ahli2 mikrobiologi tapi yah sepanjang pengetahuan penulis, beberapa virus (kalau tidak dapat disebut mayoritas) punya kemampuan untuk berpindah, menjangkiti spesies lain, hal yang sangat masuk akal sebenarnya karena mereka hanya bisa hidup dari menjangkiti suatu spesies, dan dengan terbatasnya spesies tersebut, akibat manusia tentu saja
, maka hal yang masuk akal adalah mencoba menjangkiti spesies paling sukses di dunia yaitu homo sapiens… Bayangkan 6 milyar organisme jenis ini sukses tersebar dari mulai kota yang padat sampai daerah arktik… Well kalau bisa menjangkiti manusia maka tentu saja kemampuan bertahan si virus/bakteri/patogen itu dapat lebih terjamin di dunia ini
.
Mengapa burung atau babi? Penulis pernah membaca sebuah artikel bahwa flu pada burung sangat berbahaya karena kedekatan genetis antara burung dan manusia, sehingga virus yang menjangkiti burung ini dapat melompat menjangkiti manusia seperti contohnya di Indonesia akhir2 ini, satu2nya yang menghalangi melompatnya secara besar2an antara burung ke manusia adalah virus reseptor yang berbeda, ketika burung punya virus reseptor 2, manusia punya virus reseptor 4, sehingga proses perpindahannya agak terhambat, namun tetap ada beberapa virus flu burung tersebut yang telah beradaptasi (karena pada negara dunia ke-3, tinggal berdekatan dengan hewan ternak adalah hal yang umum dan faktor migrasi burung ke seluruh dunia) untuk menerima virus reseptor 4 nya manusia sehingga dapat menjangkitinya. Nah babi punya punya keistimewaan lain yakni dia punya 2 macam virus reseptor yaitu yang 2 ala si burung dan 4 ala si manusia sehingga babi merupakan tempat yang sangat ideal untuk beradaptasinya virus dari burung ke manusia maupun kebalikannya, bayangkan kedua virus flu jenis manusia dan burung bertemu di tubuh babi dan tuker2an informasi genetis atau nama kerennya Influenza Reassortment maka dapat menghasilkan strain baru yang menakutkan! (mematikan seperti flu burung dan menular seperti flu manusia)
. Wew mungkin kalau ada salah satu alasan mengapa babi diharamkan dalam Islam mungkin masalah perpindahan virus ini adalah salah satu hal yang masuk akal untuk dikemukakan
Tapi satu hal yang membuat virus flu menjadi menarik atau sangat mematikan adalah tingkat penularannya yang luar biasa, bayangkan bahwa flu itu dapat menular dengan luar biasa cepat, melalui udara pula
, itu mengapa kalau di negara2 maju (yang penulis tahu pasti sih Jepang karena nonton dorama
) kalau orang flu pasti memakai masker kalau lagi keluar rumah, untuk mengurangi penyebaran virus ini, kebiasaan yang hampir ga ada di dunia ketiga, seperti Indonesia ini
.
Flu juga sangat spesial karena virusnya amat2 mudah bermutasi. Seorang teman penulis dari Farmasi ITB pernah menceritakan bahwa ga ada “obat flu” yang ada hanyalah “obat pereda gejala flu”, hal ini dikarenakan virus flu sangat mudah bermutasi sehingga obat atau vaksinnya sangat sulit dibuat kecuali untuk beberapa strain yang berbahaya, sisanya yah pasrah aja kalau menerima flu
.
Hal ketiga yang membuat flu sangat menakutkan adalah faktor sejarah. Mungkin tidak banyak orang yang tahu kalau manusia pernah dibantai besar2an oleh flu! Pandemi 1918, atau dikenal dengan flu Spanyol sukses menewaskan 20-100 juta orang di dunia, jumlah tersebut merupakan sepertiga dari penduduk Eropa dan sukses menginfeksi 1 milyar orang waktu itu, keren ga tuh?
. Sekedar catatan bahwa jumlah ini melebihi total kematian akibat perang dunia lho
Dan seperti pada tulisan penulis sebelumnya, penulis sangat sangat meragukan kemampuan alam menahan jumlah populasi makhluk egoistis bernama manusia sampai dengan angka 6 milyar, suatu angka yang menurut penulis sangat merusak
. Dan penulis punya 2 nominasi untuk virus yang mungkin lebih tepat disebutkan antibody alam ini, yaitu virus ebola yang maha(sangat)mematikan dan virus flu yang maha(sangat)menular… Oh ya virus Ebola juga menular dari monyet Afrika lho… Menarik bahwa alam terpaksa “mendesain” ulang dua virus ini agar dapat menjangkiti manusia untuk mengontrol jumlahnya
. Dalam perbandingan 2 virus ini, penulis lebih menjagokan virus flu sebagai pemenangnya, hal ini dikarenakan virus Ebola sangat mematikan (dan juga menyebar), prevelansi kematian mencapai 90% kematian untuk Ebola Zaire, malah menjadikannya pembunuh yang terlalu cepat untuk mematikan korbannya, hal yang menjadi keunggulan virus AIDS, yang berada dalam sekam, tanpa terlihat selama sekian tahun sampai akhirnya sukses menyebar ke seluruh dunia walaupun virus AIDS punya kelemahan besar yaitu tidak dapat menular melalui udara
. Jadi kalau saja virus Ebola ini dapat ditekan tingkat keganasannya (agar tidak cepat2 membunuh supaya masih bisa menular ke lebih banyak orang) dan virus Ebola memiliki kemampuan mutasi luar biasa ala flu dan walah a perfect human killing machine eh virus
.
Siapa bilang perdamaian dan kemanusiaan selalu hal yang baik? Tiadanya perang dunia dan perang2 lain serta HAM dan kemajuan teknologi dan kesehatan yang telah meledakkan jumlah manusia telah membebani tempat kita tinggal. Mungkin terdapat 2 cara untuk mencegah hal ini yaitu: manusia belajar untuk bertindak lebih bijaksana terhadap lingkungannya atau Bumi yang akan mengurangi jumlah manusia dalam bentuk global warming, penyakit dsb, tapi kalau liat dari jejak sejarah makhluk egois ini maka satu2nya pilihan yang mungkin adalah yang kedua. Jadi bagi Bumi, mungkin saatnya antibody nya untuk bekerja mengurangi jumlah patogen atau virus bernama manusia tersebut secara cukup signifikan…. Akuilah 6 milyar pun terlalu banyak bagi bumi kita yang kecil ini
referensi:
Spanish Flu, Spanish Flu Research, Influenza Reassortment, The Next Flu Pandemic, Influenza Virus, dll
April 29, 2009 at 10:42 am
sekarang yang populer ya swine flu alias flu babi.
tetangga sebelah kita mau gak membakar babinya??? (bakar rakyatnya juga ding
)
;D
May 2, 2009 at 12:00 am
woy seharusnya si dokter nih yang nulis artikel ginian
. mending bakar aja hutan kita biar mereka sesak ga bisa nafas hehehehe
May 7, 2009 at 2:10 pm
si dokter lagi kena virus cinta, virus babi ga mempan