nyesek1

Tadi subuh, tim kesayangan penulis, Internationale of Milan (baca: Inter Milan) kembali gagal melangkah ke perdelapan  final di stadion Old Trafford. Seperti tahun-tahun sebelumnya penulis agak kecewa karena kembali Inter gagal untuk melanjutkan untuk kemudian memperoleh piala lambang supremasi klub-klub Eropa tersebut.

Mengenai tim kesayangan penulis ini, penulis mulai mengidolai tim Itali ini semenjak penulis kelas 3 SMP (1998) ketika bersekolah di SMP Budi Luhur, ketika itu, sahabat dekat penulis memilih beberapa tim Itali lain yang lebih superior ketika itu, Juventus, AS Roma, dan Lazio. Tercatat ketika itu adalah masa suram Inter Milan, tercatat tiadanya mental juara menurut penulis adalah faktor utama kegagalan Inter ketika itu. Dalam hal ini, Inter pada waktu itu punya kemiripan dengan Indonesia yaitu kurangnya mental juara sehingga terlepas beragamnya kelebihan tim ini dibandingkan tim lain seperti: pemilik yang super tajir dan super baik, pelatih yang mumpuni, beberapa pemain yang sangat menonjol skillnya dll, tim ini gagal untuk memperoleh prestasi yang baik di kancah liga dan eropa.

Diperlukan waktu keseluruhan mencapai 16 tahun (1989 ke 2006) atau 7 tahun (1998 ke 2006) agar penulis dapat merasakan pengalaman yang sama seperti tifosi tim lain untuk merasakan scudetto. Tapi, walaupun beragam hinaan, makian, sampai bujuk rayu untuk pindah menjadi tifosi tim lain tidak pernah penulis pedulikan… Aku tetap seorang Interisti hehehe, sehingga logika beberapa teman ketika berpindah tim dari Inter ke Milan dan Juventus hanya karena “Inter ga pernah scudetto sih” agak2 ga dapat masuk ke logika penulis…

Anyway segala penderitaan penantian selama 7 tahun itu terbayar sudah ketika tahun 2006, Internationale of Milan ditasbihkan sebagai scudetto serie-A, setelah para gang mafia sepakbola lain termasuk Juventus dan Milan terbukti melakukan kecurangan terorganisir untuk melakukan kartel Serie-A dengan beberapa klub lain. Dan alhasil klub2 curang itu diberikan hukuman (walaupun masih kurang berat menurut penulis, dasar TIM CURANG!!! :D ) dan Inter menjadi satu-satunya tim Serie A yang belum pernah terdegradasi hahaha :D .

Yup, terbayar sudah satu penantian bagi penulis! Jadi ketika kemarin Inter dikalahakan oleh MU dan (seperti biasa) beberapa orang kembali memperhinakan (ada gitu kata “memperhinakan”? :D ) tim kesayangan penulis, well seperti biasa penulis cuman bisa menunggu, toh 7 tahun pun penulis menjadi tifosi la Beneamata ketika Inter sedang dalam keadaan (salah satu) paling jeleknya dalam sejarahnya. Jadi ga peduli mau menunggu 7 tahun lagi untuk dapat merengkuh piala Champion Eropa tersebut, penulis akan tetap menunggu nya :)

p.s: terakhir Inter menjuarai Liga Champion pada tahun 1965, atau sudah 44 tahun Inter Milan belum dapat menjuarai liga lambang supremasih klub Eropa tersebut… Masih ada tahun depan… hehehe :)

Setelah 2 bulan jalan2 ke kampung orang, kembali ke kampung orang kembali… :D

Hmm bawa oleh2 yang agak tidak diinginkan nih… Berat badan yang nambah jadi 83 kilo yang disertai kritikan dari keluarga dan beberapa orang… Kudu harus diet dan olah raga besar2an euy… Hehehe :D

Bandung! I’m back! :D

Ceritanya menyusul! :P

Banyak hal-hal menarik….

Banyak hal-hal baru…

Banyak hal-hal yang ga terlihat seperti yang terlihat…

Banyak hal-hal yang menjadi pembelajaran yang baru…

Memang selalu ada yang bisa ditemukan di sebuah pengalaman baru walaupun hanya di sebuah kota kecil di pulau yang kecil pula….

:)

Hore… bisa mencicipi internet untuk sesaat!

Hahahaha dahaga dunia maya memang menyesakkan :(

Ntar2 ah ceritanya :D

Pamit semua! mau magang di pedalaman hutan Kalimantan euy… :D

Dari paketan Super SMS Indosat 2000 buah pada awal bulan… pada akhir bulan lebih beberapa hari (2 Januari 2009) tersisa 310 SMS atau terpakai 1610 SMS selama sebulan atau sekitar 56 SMS/hari… Hahaha serem juga pemakaian SMS ku ya… :D . Untung ada paketan SMS murah dari Indosat! (sekalian promosi ah… hehehe)

Baru nyadar ternyata si Dini ngetag-in penulis ya buat permainan iseng ini… Tapi yah tampak lucu hehehe coba jawab ah… :)

—————————————————————————————————————————

# Each blogger must post these rules.
# Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves.
# Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their
# ten things and post these rules. At the end of your blog, you need
# to choose ten people to get tagged and list their names.
# Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been
# tagged and to read your blog

—————————————————————————————————————————

1. Lahir di Pulau Terpencil

Kalau dulu waktu di SMP ada hafalan tentang daerah penghasil Timah, maka kalau SMP nya bener ngajarinnya maka seharusnya setelah Pulau Bangka-Belitung disebutkan juga Pulau Singkep. Sebuah pulau kecil di hamparan laut China Selatan yang ganas… yup disitulah penulis lahir. Sebuah pulau yang sekarang bisa disebut pulau mati karena setelah perusahaan penambang Timah tersebut PT RiTins (Riau Tins) sebuah PMA dari Belanda bangkrut. Pulau yang penulis sering mengistilahkan sebagai land before time… Karena dari penulis waktu kecil mudik sampai sekarang hampir tidak ada perubahan yang berarti, seakan waktu berhenti di Pulau kecilku ini… Tapi hehehe setidaknya pulau kecilku ini agak sedikit “terkenal” karena tersebut beberapa kali di novel Maryamah Karpov karangan Andrea Hirata :P .

2. Pernah bersekolah 3 SD

Yup, tercatat penulis bersekolah di 3 SD, yaitu: SD Stania di Pulau Bangka, SD Katolik Ricci II di Tangerang, dan SD YPJ Tembagapura di Papua. Hehehe yah namanya nasib punya bokap tukang pindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Cukup anomali sebenarnya karena pekerjaan bokap seharusnya tidak memerlukan perpindahan yang sering-sering amat. Tapi yah nasib pahit sebagai anak lah :(

3. Pernah bersekolah 3 SMP

Kembali 3 SMP pernah tercatat sebagai sekolah penulis. SMP YPJ Tembagapura di Papua, SMP YPJ Kuala Kencana juga di Papua, dan SMP Budi Luhur di Ciledug Tangerang tercatat sebagai sekolah tempat penulis menuntut ilmu.

4. Pernah bersekolah 2 SMA

Kalau waktu SMA cukup 2 saja, yaitu SMAN 1 Balikpapan dan SMAN 8 Jakarta. Yah sedikit peningkatanlah dibandingkan masa-masa SMP dan SD :P

5. Belum pernah menginjakkan kaki di Pulau Sumatera

Anomali sih, karena penulis telah menginjakkan kaki di seluruh pulau besar di Indonesia (Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua) dan beberapa pulau kecil (Bangka, Bali dll) namun belum pernah menginjakkan kaki di pulau Sumatera. Padahal pulau kelahiran penulis termasuk dalam kepulauan Sumatera :P

6. Pernah ga naik kelas

Waktu kelas 2 SD di Ricci II, penulis merasakan pahitnya pengalaman tinggal kelas. Dan bejatnya ternyata pelajaran yang membuat penulis merasakan pengalaman tersebut adalah pelajaran Agama! Tapi eits untungnya Agama Katolik karena berhubung penulis murid pindahan dari Bangka pada cawu III. Ternyata sebagai murid pindahan selama 1 cawu penulis gagal untuk memahami agama Katolik dan mendapat point 4 di nilai agama cawu III! Hahaha kejamnya suster tersebut sedangkan dengan nilai 5 juga penulis ga naik kelas :P

7. Pernah masuk penjara

Hahaha bukan pengalaman yang menyenangkan, malah karena pengalaman yang bodoh sih. Ah malu ah nyeritain alasannya soalnya cupu berat euy hahahaha :D . Tapi setidaknya pernah nyoba masuk hotel prodeo selama setengah hari :P

8. Pernah IP nol koma

Ketika strata paling rendah di kampus ini (berdasarkan IP) adalah mahasiswa Nasakom (Nasib Satu Koma), Penulis melangkah sedikit lebih maju dengan mencoba rasanya IP nol koma, hahaha :D . Ini semua gara2 mata kuliah Algoritma dan Pemprograman yang diajar Bu Inge, yang dengan sukses menyadarkan penulis bahwa penulis bukan calon informatikawan yang baik hahaha :D . Mengenai rasanya? Lebih pahit dari kopi campur biji kopinya tanpa gula deh hahahaha :D

9. Punya bekas patah tulang di tangan kiri

Kejadiannya ketika kelas 2 SD di Bangka, penulis seperti anak-anak seumur tersebut bermain lari-larian, namun sialnya jatuh dari tempat tanaman setinggi kurang lebih 1,5 meter dengan kepala terlebih dahulu, dan seperti film-film silat, penulis menangkisnya dengan tangan kiri dan untungnya penulis masih selamat. Setelah cedera, karena masih besarnya pengaruh kepercayaan magis di tanah Bangka ketika itu, penulis pun dibawa ke tukang urut dan jeng jeng hasilnya dapat dilihat ketika tangan penulis tidak sembuh juga dan terpaksa dibawa ke Jakarta (RS Cikini tepatnya) untuk melakukan 2 kali operasi yang melibatkan 2 buah pen dan sekian puluh jahitan :P

10. Punya bekas patah tulang di kaki kiri

Kejadian ini lebih mendebarkan lagi. Diawali dari salah memilih teman menumpang, yang doyan ngebut-ngebutan. Dan sialnya teman penulis ini tidak seperti pembalap motoGP yang dapat menikung sekian ratus kilometer dengan sukses, dan terjadilah kecelakaan dimana lutut (tepatnya pattela-tulang lutut) penulis pecah menjadi 4 bagian besar dengan kulit hilang entah kemana… Huhuhuhu horor banget sih kalau ingat saat itu :( . Dan singkat cerita untung dokter bedahnya jago dan tidak memutuskan untuk membuang tulang yang sudah-agak-tidak-layak-pakai tersebut dan memutuskan untuk mengikatkan tulang2 tersebut dengan kawat dan membuat menambal kembali lutut penulis dengan ratusan jahitan. Sebulan lebih penulis di rumah sakit dan 2,5 bulan masa rehabilitasi yang harus ditempuh untuk bisa jalan kembali… Memang kadang-kadang hal sederhana seperti berjalan dapat terasa sangat anugrahnya ketika penulis dipaksa belajar berjalan kembali seperti bayi umur 9 bulan :)

Done! hehehe untuk urusan ngetagnya… Penulis memilih untuk tidak mentag siapapun ah… Soalnya kok kaya acara buka aib gini… Kan aib itu seharusnya ditutup bukan disebarkan hahaha :D

Hampir setiap orang setahu penulis mempunyai tempat yang ingin dikunjungi minimal sekali seumur hidupnya… Ada yang ke Belanda, Jepang, atau Arab Saudi, Vatican, maupun Palestina bagi yang lebih alim :D . Penulis mungkin sedikit berbeda dari kebanyakan orang itu… Penulis lebih tertarik pada subjek APA daripada DIMANA. Alih-alih melihat suatu negara penulis lebih tertarik melihat beberapa objek yang menurut penulis sangat keren. Beberapa dari objek tersebut antara lain aurora… Yup penulis ga peduli apakah aurora itu adalah aurora Borealis (di kutub Utara) maupun aurora Australis (di kutub Selatan) namun pengen banget bisa melihat percikan angin matahari yang tunduk pada hukum ionisasi partikel oleh sabuk medan magnet bumi (Van Allen) tersebut. Dan hasilnya adalah salah satu lukisan terindah yang mungkin penulis pernah lihat fotonya… Karena keindahan itu pula penulis meletakkannya sebagai gambar header blog ini hehehe :)

Selain aurora, penulis juga selalu punya keinginan untuk melihat atau merasakan berada di tempat-tempat yang eksotis karena keistimewaannya. Palung terdalam, Gunung Tertinggi, Hutan Terlebat, Pulau Terpecil dan tempat-tempat yang kurang populer seperti itu selalu mencuri minimal sedikit dari perhatian penulis. Manusia sebenarnya adalah faktor yang cukup menarik bagi penulis, apalagi interaksi sesamanya maupun dengan lingkungannya, namun mungkin pada karena pada dasarnya penulis adalah orang yang pemalu sehingga lebih nyaman berada di tempat-tempat yang sepi dan tidak menarik perhatian. Dan tempat-tempat eksotis tersebut selalu memberikan kesepian yang penulis harapkan, kesepian yang tercipta karena keistimewaannya.

Keinginan penulis untuk berkunjung ke daerah yang sepi seperti itu cukup menular ke konsep rumah impian penulis. Berbeda dengan kebanyakan orang yang ingin memiliki rumah berbentuk apartemen mewah di tengah kota, atau rumah yang asri di pinggiran kota, penulis selalu mengidamkan sebuah rumah di rawa-rawa, dimana listrik dari rumah tersebut dipenuhi oleh pembangkit listrik tenaga air/angin secara sederhana dan memiliki sebuah airboat sederhana untuk bertualang menelusuri rawa tersebut… hehehe impian yang cukup aneh sebenarnya. Rumah impian lain juga masih berupa rumah di hutan yang mirip dengan rumah keluarga Cullen di film Twilight.

Hehehe jadi teringat dulu sempat ada teman di Jepang yang menawarkan untuk mengumpulkan uang dan main-main ke Jepang, namun penulis menjawah “Aku lebih milih berlibur di pantai Fiji menikmati samudra pasifik daripada pergi ke Jepang”. Hehehe konsep berliburku memang agak berbeda dengan yang lain mungkin yah, bukan dengan melihat keramaian maupun sekedar melihat tempat lain tapi mencari tempat yang enak buat sekedar menyepi dan merenung… :)

Tahun yang sulit bagi dunia dan tahun yang baru bagi penulis… Ga terasa sudah hampir setahunan di MBA-ITB ini dan karena penulis sudah menghabiskan semua sks mata kuliah kecuali tesis maka penulis tidak menjalani lagi proses belajar mengajar di jenjang S-2 ini :) . Yah memang sudah saatnya proses belajar mengajar formal yang dimulai dari sekian belas tahun lalu berhenti di tahun ini… Semoga ilmunya dapat kugunakan sebaik-baiknya…. :)

Tapi tetap aja, masih banyak yang harus penulis pelajari di dunia ini :)

« Previous PageNext Page »